MUHAMMAD MARMADUKE PICKTHALL

Serial Ilmuwan Muslim

Muhammad Marmaduke Pickthall adalah seorang intelektual Muslim Barat yang terkenal dengan karya terjemahan Al-Qurannya yang puitis dan akurat dalam bahasa Inggris. Sebelumnya beliau merupakan pemeluk agama Kristen Anglikan yang kemudian berpindah agama dan memeluk agama Islam. Sosoknya juga dikenal sebagai seorang novelis, jurnalis, kepala sekolah serta pemimpin politik dan agama.

Muhammad Marmaduke Pickthall terlahir dengan nama William Pickthall pada 7 April 1875. Beliau berasal dari keluarga kelas menengah di Suffolk, Inggris. Ayahnya Charles Grayson Pickthall adalah seorang Pendeta Anglikan. Oleh karena itu William tumbuh dan dibesarkan di tengah keluarga penganut Kristen Anglikan yang taat. (more…)

Continue Reading

NASIR AD-DIN TUSI

Serial Ilmuwan Muslim

Muhammad bin Muhammad ibn al-Hasan al-Tusi atau lebih dikenal dengan nama Nasir al-Din Tusi lahir pada tanggal 18 Februari 1201 di Tus, timur laut Iran. Nasir Al-Din Tusi adalah seorang yang mempunyai pengetahuan yang luas dalam bidang arsitek, filsuf, dokter, ilmuwan, dan teolog. Beliau juga seorang pemuda Syiah yang berasal dari Persia. Nasir al-Din Tusi sering dianggap sebagai pencipta trigonometri dalam ilmu matematika. Cendekiawan Muslim Ibn Khaldun (1332-1406 M) menganggap Tusi sebagai cendekiawan Persia terakhir.

Nasir Al-Din Tusi lahir di dalam keluarga Syiah dan kehilangan ayahnya di usia muda. Demi memenuhi keinginan ayahnya, Nasir muda mulai belajar dan mencari pengetahuan dengan sangat serius dan rela melakukan perjalanan jauh untuk menghadiri ceramah para ilmuwan terkenal. Kemudian Nasir muda pindah ke Nishapur untuk belajar filsafat di bawah bimbingan Farid al-Din Damad dan matematika di bawah asuhan Muhammad Hasib. Di Nishapur beliau bertemu Attar, seorang ahli sufi yang kemudian dibunuh oleh orang Mongol. Selain itu beliau juga menghadiri ceramah Quthb al -Din al-Misri. (more…)

Continue Reading

SALMAN AL-FARISI

Serial Ilmuwan Muslim

Salman al-Farisi mempunyai nama lengkap Mabah bin Budzkhasyan bin Mousilan bin Bahbudzan bin Fairuz bin Sahrk Al-Isfahani, nama panggilan lainnya yaitu Abu Abdillah dan bergelar Salman al-Khair. Beliau berasal dari desa Ji di Isfahan, Persia. Salman adalah sosok sahabat yang terkenal memiliki ide-ide brilian, memiliki tubuh yang kuat, dan pandai dalam ilmu-ilmu syariat. Beliau pernah menjadi penjaga api di kuil tempat pemujaan orang-orang Persia.

Sebelum Islam datang, Salman memeluk agama Nasrani, karena ia terpikat dengan model sembahyang mereka. Suatu ketika, atas saran seorang pendeta yang ditemuinya di Mosul, Salman pergi menemui Rasul yang saat itu sudah hijrah ke Madinah. Sang pendeta mengabarkan bahwa seorang Nabi akan diutus pada zaman itu. Ia berpesan agar Salman mengikuti Nabi tersebut dan Nabi itu akan hijrah ke sebuah daerah yang banyak ditumbuhi pohon kurma dan daerahnya diapit dua bidang tanah yang berbatu hitam. Salman kemudian pergi meninggalkan kampung halamannya untuk mencari cahaya kebenaran. Kegigihannya berbuah hidayah Allah dan pertemuan dengan Nabi Muhammad saw di kota Madinah. (more…)

Continue Reading

IMAM SYAFI’I

Serial Ilmuwan Muslim

Imam Syafi’i bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Idris As Syafi’i. Beliau lahir di Gaza, Palestina pada tahun 150 H (767M) dan berasal dari keturunan bangsawan Qurays. Keluarga ayahnya masih keluarga jauh Rasulullah SAW, garis keturunannya bertemu di Abdul Manaf (kakek ketiga rasulullah) dan dari ibunya masih merupakan cicit Ali bin Abi Thalib r.a. Semasa dalam kandungan, kedua orang tuanya meninggalkan Mekkah menuju Palestina namun setibanya di Gaza, ayahnya jatuh sakit dan berpulang ke rahmatullah. Kemudian beliau diasuh dan dibesarkan oleh ibunya dalam kondisi yang sangat prihatin dan seba kekurangan. Akhirnya pada usia 2 tahun, beliau bersama ibunya kembali ke Mekkah dan di sana Imam Syafi’i mendapat pengasuhan dari ibu dan keluarganya.

Ketika berusia 9 tahun, Imam Syafi’i telah menghafal seluruh ayat Al Quran dengan lancar bahkan sempat 16 kali khatam Al Quran dalam perjalanannya dari Mekkah menuju Madinah. Setahun kemudian, kitab Al Muwatha’ karangan Imam Maliki yang berisikan 1.720 hadist pilihan juga dihafalnya. Imam Syafi’i juga menekuni bahasa dan sastra Arab di dusun Badui Bani Hundail selama beberapa tahun. Beliau kemudian kembali ke Mekkah dan belajar fiqh dari seorang ulama besar yang juga mufti kota Mekkah pada saat itu yaitu Imam Muslim bin Khalid Azzanni. (more…)

Continue Reading

IBNU SINA

Serial Ilmuwan Muslim

Ibnu Sina bernama lengkap Abū ‘Alī al-Husayn bin ‘Abdullāh bin Sīnā. Ibnu Sina lahir pada tahun 370 H (980 M) di Afsyahnah, daerah dekat Bukhara (sekarang wilayah Uzbekistan). Ia berasal dari keluarga bermadzhab Ismailiyah sudah akrab dengan pembahasan ilmiah terutama yang disampaikan oleh ayahnya. Orang tuanya adalah seorang pegawai tinggi pada pemerintahan Dinasti Saman. Beliau dibesarkan dan mempelajari falsafah serta ilmu-ilmu agama Islam di Bukharaja.

Saat berusia 10 tahun Ibnu Sina kecil banyak mempelajari ilmu agama Islam dan berhasil menghafal Al-Qur’an. Abu Abdellah Natili membimbingnya dalam ilmu logika kemudian ilmu tersebut digunakan untuk mempelajari buku Isagoge dan ProphyryEucliddan Al-Magest Ptolemus. Setelah itu dilanjutkan mendalami ilmu agama dan Metafisika Plato dan Arsitoteles. Sebagai seorang remaja, Ibnu Sina sangat bingung dengan teori Metafisika Aristoteles, dan tidak bisa dimengerti sampai akhirnya membaca komentar Al-Farabi pada Aristoteles di Agradhu kitab ma waraet thabie’ah li li. (more…)

Continue Reading

MIQDAD BIN AMR

Serial Ilmuwan Muslim
Di masa jahiliyah Miqdad bin Amr terikat janji dengan Aswad Abdu Yaghuts untuk diangkat sebagai anak hingga namanya berubah menjadi Miqdad bin Aswad. Setelah turunnya ayat mulia yang melarang merangkaikan nama anak dengan nama ayah angkatnya dan mengharuskan merangkaikannya dengan nama ayah kandungnya, maka namanya kembali dihubungkan dengan nama ayahnya, yaitu Amr bin Sa’ad.

Miqdad bin Amr termasuk golongan yang pertama kali masuk Islam. Miqdad adalah orang ketujuh yang menyatakan keislaman secara terang-terangan dan rela menanggung penderitaan dan siksaan, serta kekejaman kaum Quraisy. Keberanian dan perjuangannya di medan Perang Badar akan selalu diingat oleh kaum Muslimin sampai saat ini. Bahkan Abdullah bin Mas’ud, seorang sahabat Rasulullah pernah berkata, “Saya telah menyaksikan perjuangan Miqdad, sehingga saya lebih suka menjadi sahabatnya daripada segala isi bumi ini.” (more…)

Continue Reading
Close Menu