Bekerjasama dengan ICRS-UGM, MTs Negeri 3 Lawang menerapkan Pembelajaran Sains ‎Menyenangkan

Bekerjasama dengan ICRS-UGM, MTs Negeri 3 Lawang menerapkan Pembelajaran Sains ‎Menyenangkan

Sains masih seringkali menjadi momok tersendiri bagi hampir sebagian besar siswa–siswi baik dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Tidak sedikit siswa sekolah yang menganggap bahwa matapelajaran sains merupakan mata pelajaran yang menyeramkan, sulit, membosankan dan menghafalkan konsep – konsep atau rumus – rumus IPA yang cukup rumit.

Namun tidak demikian bagi siswa – siswi kelas 7B MTs Negeri 3 Lawang saat ini. Mereka cukup antusias dan penuh semangat dalam mengikuti matapelajaran IPA yang disampaikan oleh guru senior Nurul Proklamasinta, S.Pd. Matapelajaran IPA yang  disampaikan oleh bu Nurul—sapaan akrabnya, sangat menyenangkan. Siswa bukan hanya diajarkan konsep – konsep IPA serta menghafalkan rumus – rumusnya, lebih dari itu siswa diajak untuk melaksanakan praktek secara langsung terhadap materi pembelajaran IPA yang diajarkan.

Pada kegiatan pembelajaran kali ini misalnya. Pada saat menyampaikan materi “pengukuran untuk pengamatan” para siswa diajak untuk benar – benar membawa alat ukur dan berbagai bahan yang akan dijadikan sebagai sampel pengukuran. Siswa dibagi menjadi 8 kelompok, yang masing – masing kelompok mengukur benda yang berbeda – beda untuk kemudian dipresentasikan hasilnya. “kelompok 1 dan 2 kemarin mengukur dan membandingkan panjang tanaman kacang hijau yang ditanam selama 15 hari di media yang berbeda, kapas dan tanah, kelompok 3 dan 4 membandingkan kecepatan perputaran gasing dan kelereng, kelompok 5 dan 6 massa sponge kering dan basah, dan kelompok 7 dan 8 membandingkan rasa kue yang sejenis yang dibeli di pasar dan di toko” tukasnya. “Para siswa belum terbiasa dengan pembelajaran seperti ini, tetapi mereka cukup antusias dan tidak ada yang mengantuk karena banyaknya aktifitas” lanjut Nurul.

Dalam melaksanakan pembelajaran sains ini, MTs Negeri 3 Lawang bermitra penelitian dengan yang ICRS – UGM menerapkan modul yang sudah terintegrasi dengan nilai – nilai keislaman yang berbasis  hands on activity. Selain terdapat muatan nilai – nilai keislaman, modul ini dilengkapi dengan langkah – langkah kinerja kegiatan praktikum IPA yang dapat dilakukan didalam kelas. Selain itu, modul ini juga dilengkapi dengan sains project dari setiap materi pembahasan yang harus dilakukan oleh siswa secara berkelompok.

Modul ini merupakan bagian dari tindak lanjut dari penelitian tahun ke – 2 dari penelitian yang bertemakan “Strengthening Science Education in Islamic Schools” yang digawangi oleh Dr. Asykuri, peneliti ICRS – UGM Jogjakarta. “tahun kedua ini merupakan tahap penelitian experiment penerapan modul terintegrasi berbasi hands on activity” tutur Asykuri. Penelitian ini disupport oleh USAID dan bekerjasama dengan National Academy of Science (NAS) Amerika yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan IPA di Indonesia.

Kepala Madrasah MTs Negeri 3 Lawang sendiri, Ibu Dra. Warsih, M.Pd, menyambut baik dan penuh optimisme terkait dengan pembelajaran sains dengan menggunakan modul terintegrasi nilai – nilai keislaman ini “memang kalau di sekolah madrasah, pembelajaran apapun itu sudah seharusnya memang terintegrasi dengan nilai – nilai keislaman, tetapi selama ini tidak semua guru mampu menerapkan pembelajaran terintegrasi tersebut” tukasnya. Harapannya, dengan adanya modul yang dihasilkan dari hasil penelitian oleh ICRS – UGM ini dapat menjadikan pendidikan IPA di sekolah madrasah menjadi lebih maju.

Refleksi Pengajaran Sains oleh Ulil Fitriyah.

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Leave a Reply

Close Menu