BAWANG PUTIH (Allium sativum)

BAWANG PUTIH (Allium sativum)

Fūm, Allium sativum, alias bawang putih termasuk dalam kelompok bawang-bawangan suku Alliaceae; berkerabat dekat dengan bawang bombay dan bawang merah. Kata fūm disebutkan hanya satu kali dalam Alquran, bersamaan dengan baṣal, yakni dalam Surah al-Baqarah/2: 61.

Bawang putih telah digunakan sepanjang kehidupan manusia sebagai bumbu dan bahan obat. Umbinya adalah bagian yang paling banyak digunakan. Umbi ini umumnya terdiri atas beberapa keping, walaupun ada tipe yang berumbi tunggal. Daun dan bunga yang terletak pada tangkai daun yang panjang juga dapat dimakan, dan memiliki cita rasa mirip umbi meski sedikit lebih ringan.

Nenek moyang bawang putih yang ada saat ini sulit ditentukan karena bunga dari kultivar yang ada saat ini sifatnya steril. Diduga kultivar ini berkerabat dekat dengan Allium longicuspis yang hidup liar di Asia Barat. Di Inggris ada beberapa jenis yang tumbuh liar dan diidentifikasi dari jenis-jenis Allium ursinum, Allium vineale, dan Allium oleraceum. Di Amerika Utara, Allium vineale dan Allium canadense adalah semacam gulma yang sering ditemukan di ladang. Semacam bawang putih dari jenis Allium ampeloprasum sangat mirip dengan bawang putih hasil budidaya. Satu jenis yang hanya memiliki satu keping umbi ditemukan di Yunnan, China, dan sudah menyebar ke berbagai belahan dunia. Jenis ini di Indonesia dikenal dengan nama “bawang laki” yang dipercaya berkhasiat obat.

Varietas yang banyak ditanam saat ini berasal dari Suriah. Sejarah penggunaan bawang putih dimulai, paling tidak, seiring pembangunan piramida Giza di Mesir. Bawang putih juga banyak disebutkan dalam berbagai buku kuno, termasuk Injil, yang membicarakan berbagai kegunaannya dalam ranah pengobatan (misalnya mengobati penyakit akibat parasit, gangguan saluran pernapasan, saluran cerna, dan sebagainya). Penggunaan bawang putih di China tercatat dimulai sejak 510 M. Bawang putih tercatat dikonsumsi para tentara Yunani dan Romawi, juga masyarakat luas. Bawang ini juga direkomendasikan kepada para pekerja ladang karena dapat mengatasi sakit akibat sengatan matahari. Masyarakat Korea percaya bahwa varietas bawang putih tertentu yang terdiri dari enam keping umbi memiliki kekuatan supranatural dan membuat pemiliknya panjang umur. Bahkan, penanamannya di area tertentu masih dilakukan di Korea hingga saat ini.

Bawang putih jarang digunakan pada masakan di Inggris pada Abad Pertengahan, meski bawang putih tercatat banyak ditanam di sana pada 1548. Dalam bidang kesehatan bawang putih diketahui memiliki kemampuan aktivitas antibakteri (unsur yang menurunkan aktivitas bakteri), antiviral (menurunkan aktivitas virus), dan antifungal (menurunkan aktivitas jamur). la juga dipercaya dapat mencegah beberapa penyakit, dari flu, jantung (termasuk antherosclerosis, kolesterol tinggi, dan darah tinggi), hingga kanker. Percobaan yang dilakukan melalui media hewan menemukan bahwa bawang putih dapat mencegah pembentukan gumpalan-gumpalan kolesterol dan pengapuran pada dinding pembuluh darah. Meski dapat digunakan untuk maksud di atas, namun penelitian menemukan bahwa konsumsi bawang putih (baik dalam bentuk mentah maupun dijadikan makanan suplemen) tidak terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah secara langsung.

Bawang putih dipercaya memiliki kekuatan supranatural. Penggunaan bawang putih untuk sihir masih banyak dilakukan sampai saat ini, seperti menaruh bawang putih di persimpangan jalan yang dilakukan masyarakat Yunani, atau menggantungnya di pintu bersama jeruk dan cabai merah oleh penduduk India. Masyarakat Kristen di wilayah tertentu mempercayai mitos bahwa saat iblis diusir dari surga, pada bekas kaki kirinya tumbuh tanaman bawang putih, dan pada bekas kaki kanannya tumbuh tanaman bawang merah. Di Eropa, terutama Eropa Tengah, banyak suku percaya bahwa bawang putih dapat melindungi manusia dari sihir putih maupun kekuatan hitam (vampir, manusia serigala, dll.). Penggunaan bawang putih untuk kekuatan hitam mungkin terkait dengan kemampuannya sebagai antibakteri yang mencegah infeksi pada Iuka yang berkepanjangan. Umumnya, para penderita mengalami demam tinggi yang membuatnya mengigau sepanjang malam atau bahkan menggiringnya ke arah gangguan mental.

Pada agama Hindu dan Jain, bawang putih dipercaya membuat tubuh hangat dan merangsang syahwat. Karenanya, banyak sekte dalam agama ini yang melarang penggunaan bawang putih dan bawang lainnya dalam makanan yang diperuntukan untuk upacara keagamaan.

 

Dikutip dari Tafsir ‘Ilmi

 

Leave a Reply

Close Menu