BAWANG MERAH

BAWANG MERAH

Secara umum, bawang termasuk di dalamnya bawang bombay dan bawang merah, dalam bahasa Arab disebut dengan Baṣal. Bawang bombay mempunyai nama latin Allium cepa dari suku Liliaceae, sedangkan bawang merah mempunyai nama binomial Allium ascalonicum. Semua jenis yang tergabung dalam kelompok ini mempunyai umbi lapis. Kata baṣal itu sendiri disebutkan hanya satu kali dalam Alquran, yakni pada ayat berikut.

وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَىٰ لَن نَّصْبِرَ عَلَىٰ طَعَامٍ وَاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنبِتُ الْأَرْضُ مِن بَقْلِهَا وَقِثَّائِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا ۖ قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَىٰ بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ ۚ اهْبِطُوا مِصْرًا فَإِنَّ لَكُم مَّا سَأَلْتُمْ ۗ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ وَالْمَسْكَنَةُ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِّنَ اللَّهِ ۗ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۗ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُوا يَعْتَدُونَ۝

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, “Wahai Musa! Kami tidak tahan hanya (makan) dengan satu macam makanan saja, maka mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia memberi kami apa yang ditumbuhkan bumi, seperti: sayur-mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merah.” Dia (Musa) menjawab, “Apakah kamu meminta sesuatu yang buruk sebagai ganti dari sesuatu yang baik? Pergilah ke suatu kota, pasti kamu akan memperoleh apa yang kamu minta.” Kemudian mereka ditimpa kenistaan dan kemiskinan, dan mereka (kembali) mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas. (Alquran, Surah al-Baqarah/2: 61)

 

Beberapa hadis menunjukkan bahwa Nabi Muḥammad‎ tidak menyukai bau bawang putih (fūm) dan bawang (baṣal). Beliau juga meminta para sahabat untuk tidak memakan keduanya menjelang pergi ke masjid, karena bau yang ditimbulkannya bisa mengganggu jemaah lainnya.

Pada dasarnya nama onion (Bahasa Inggris) merujuk pada semua jenis bawang-bawangan yang masuk marga Allium. Namun dalam penggunaan sehari-hari, kata onion merujuk hanya pada satu jenis bawang, yaitu Allium cepa, garden onion, alias bulb onion (bawang merah atau bawang bombay), dan tidak pada bawang putih yang memiliki nama tersendiri, yaitu garlic.

Allium cepa hanya dikenal sebagai tanaman budidaya. Tiap satu tanaman hanya menghasilkan satu umbi, yang berperan sebagai persediaan makanan. Kerabat liarnya yang paling dekat adalah Allium vavilovii dari Asia Tengah dan Allium asarense dari Iran. Beberapa peneliti meragukan apakah Allium vavilovii adalah jenis terpisah atau hanya varietas dari Allium cepa.

Bawang banyak digunakan dalam berbagai resep masakan dari banyak budaya di berbagai bagian dunia. Seluruh bagian tumbuhannya bisa dijadikan bumbu penyedap makanan. Bagian umbi telah dimanfaatkan sebagai makanan dalam berbagai budaya kuno. Dalam penggalian pemukiman pada Masa Perunggu (sekitar 5.000 tahun SM), ditemukan bekas-bekas bawang bersama sisa-sisa buah ara dan biji kurma. Akan tetapi tidak diketahui secara jelas apakah saat itu jenis bawang ini masih dalam keadaan liar ataukah sudah dibudidayakan. Berbekal petunjuk ayat dalam Perjanjian Lama, beberapa ahli memperkirakan bahwa bawang telah dibudidayakan di Mesir sekitar tahun 3.000 SM, bersama-sama dengan daun bawang (Allium porrum) dan bawang putih (Allium sativum). Para pekerja pembangun piramida diduga diberi makan lobak (Raphanus sativus) dan bawang. Bawang juga dimanfaatkan dalam proses pembuatan mumi Firaun, karena dalam cekungan mata mumi Ramses IV ditemukan sisa-sisa bawang. Masyarakat Mesir Kuno percaya bahwa bentuk bawang yang bulat melambangkan kehidupan yang kekal.

Pada masa Yunani Kuno, para atlet makan banyak bawang karena dipercaya dapat menyeimbangkan kandungan dalam darah. Para gladiator pada masa Romawi melumuri tubuh mereka dengan bawang untuk mengencangkan otot-otot. Pada Abad Pertengahan di Eropa bawang menjadi komoditas penting dan berperan sebagai alat tukar maupun barang pemberian yang sangat berharga. Para dokter saat itu memberi resep bawang kepada pasien lemah syahwat, sakit kepala menahun, batuk, digigit ular, dan rambut rontok. Dokter-dokter pada abad XVI juga memberikan resep bawang untuk meningkatkan kesuburan pada wanita. Resep yang sama juga diberikan kepada hewan ternak dan hewan peliharaan. Akan tetapi temuan dewasa ini justru menunjukkan sebaliknya. Bawang justru menimbulkan keracunan bagi anjing, kucing, dan binatang lainnya. Kendati demikian, kandungan Aprodisiak (perangsang libido) yang dipercaya terdapat dalam bawang mengakibatkan salah satu sekte Hindu di India mengharamkan bawang.

Banyak tulisan dewasa ini menyatakan bahwa bawang berfungsi menurunkan berat badan, menyembuhkan dan mencegah berbagai penyakit, dari flu hingga penyakit jantung, diabetes, osteoporosis, kanker leher, dan penyakit lainnya. Kandungan antioksidan, antikolesterol, dan lainnya yang terdapat dalam bawang dipercaya berperan dalam proses penyembuhan dan pencegahan banyak penyakit. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada penelitian yang membuktikan adanya hubungan linier antara konsumsi bawang dan kesehatan.

Varietas bawang sangat banyak, namun secara garis besar dapat dikelompokkan ke dalam tiga varietas, yaitu bawang berwarna merah, kuning, dan putih. Kandungan kimia dalam bawang juga variatif, tergantung pada varietas dan lokasi tumbuhnya. Kandungan phenol, misalnya, ditemukan dalam kadar sangat rendah pada bawang yang ditanam di lokasi Vidalia, Spanyol. Sedangkan bawang varietas shallots memiliki phenol enam kali lebih tinggi daripada bawang Vidalia. Shallots juga memiliki kandungan antioksidan tertinggi, disusul varietas western yellow dari Amerika Serikat, northern red dari Meksiko, dan selanjutnya. Sedangkan bawang western yellow diketahui memiliki kandungan flavonoid tertinggi, sebelas kali lebih tinggi daripada varietas western white yang memiliki kandungan flavonoid terendah. Secara umum, varietas bawang yang memiliki kandungan phenol dan flavonoid tinggi memiliki aktivitas antioksidan antikanker yang juga tinggi. Dalam percobaan terbukti bahwa varietas bawang western yellow, pungent yellow, dan shallots dapat mencegah pertumbuhan kanker hati dan kanker usus.

Umbi dikenal dapat menginduksi keluarnya air mata apabila diiris. Hal ini disebabkan reaksi berantai yang terjadi dalam sel-sel umbinya. Apabila umbi lapis diiris, sel-selnya akan pecah dan melepaskan berbagai senyawa yang terkandung di dalamnya, dua di antaranya adalah enzim allinase dan asam amino. Allinase bila bertemu asam amino yang mengandung belerang (sulfoksida, yaitu sistein dan metionin) akan melepaskan asam sulfenat (R-SOH). Asam sulfenat bersifat tidak stabil dan segera berubah menjadi tiosulfinat [R-S(O)S-R’]. Tiosulfinat-lah yang memberi aroma khas pada bawang. Selain menjadi tiosulfinat, asam sulfenat yang bertemu enzim lain, yakni LF-sintase (lacrymatory factor, faktor air mata), akan diubah menjadi synpropanethial-S-oxide yang berwujud gas. Apabila gas ini mengenai kornea mata, sinyal dikirim sebagai gangguan pada mata dan mata akan berkedip-kedip serta mengeluarkan air mata untuk mengusir pengganggu ini.

Dikutip dari Tafsir ‘Ilmi

Leave a Reply

Close Menu