BASIL

BASIL

Ar-Raiḥān, Ocimum basilicum (latin), sweet basil (Inggris), alias serawung (Indonesia), adalah tanaman terna yang bertinggi antara 30-130 cm. Berbagai bagian tumbuhan ini banyak dimanfaatkan sebagai bumbu dalam berbagai resep masakan, dari masakan Eropa hingga masakan dari suku-suku di Asia Tenggara.

Serawung berasal dari kawasan Iran hingga India, dibudidayakan sekitar 5.000 tahun lalu dan menyebar ke berbagai belahan dunia. Di Indonesia, biji serawung yang telah direndam dan tampak diselimuti lendir, sering disebut selasih, biasa digunakan sebagai campuran minuman dingin atau kue basah.

Banyak ritual keagamaan atau kepercayaan menggunakan tanaman ini. Di banyak bagian dunia, baik seluruh tanaman atau bagiannya, banyak digunakan antara lain untuk menambah kekuatan saat berpuasa (Yahudi) dan perlambang cinta di Perancis (dengan memberikan tanaman basil dalam pot disertai pembacaan puisi) pada saat perayaan agama. Basil juga dianggap sebagai perlambang kebencian (Yunani) dan iblis (beberapa bagian Eropa). Di Afrika, serawung dianggap dapat menghindarkan seseorang dari sengatan kelajengking. Serawung juga memiliki posisi terhormat dalam upacara ritual Hindu dan Gereja Ortodoks Yunani. Dilaporkan bahwa tanaman ini tumbuh di sekitar makam Isa pasca-kebangkitannya. Banyak gereja ortodoks di Eropa Timur meletakkan serawung beserta potnya di altar, disandingkan dengan air suci. Di sebagian Eropa, serawung juga diletakkan pada tangan jenazah untuk menuntun perjalanannya dengan aman ke surga. Di India, tanaman ini ditaruh di mulut jenazah agar ia dapat mencapai tuhannya. Pada masyarakat Mesir Kuno dan Yunani Kuno, tanaman ini dipercaya dapat digunakan untuk membuka pintu surga.

Serawung atau basil tercatat dalam beberapa hadis Rasulullah, dan mempunyai sejarah panjang dalam tradisi pengobatan. Ibnu ‘Abbās meriwayatkan bahwa ketika Nabi Nuh turun dari bahtera, tumbuhan yang pertama ditanamnya adalah basil. Sementara itu, dalam hadis riwayat Abu Na‘ïm dijelaskan bahwa pada saat turun dari surga Nabi Adam membawa serta tiga tumbuhan: Ar-Raiḥān (basil) yang menjadi ratu dunia tanaman yang berbau harum, kurma yang merupakan ratu kurma di bumi, dan sebonggol jagung yang menjadi ratu semua sumber makanan pokok di bumi.

Patutlah bila serawung dijuluki ratu karena tumbuhan ini jamak digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Tanaman obat ini termasuk golongan tanaman “panas”, dan manjur mengobati penyakit yang berkaitan dengan peredaran darah. Serawung juga mempunyai kandungan estragol, lineol, dan camphor, yang berperan sebagai tonikum bagi paru-paru dan Iambung. Camphor itu sendiri adalah penghilang rasa sakit, sehingga berguna menghilangkan pusing, sakit akibat gigitan serangga, dan semacamnya. Karena kemampuannya merangsang adrenal cortex di bagian otak, serawung sering digunakan dalam formula antidepresi.

Minyak dari biji kering serawung berpotensi sebagai antioksidan, antikanker, antiviral, dan antimikrobial. Secara tradisional penduduk India menggunakannya sebagai suplemen untuk menghilangkan stres, asma, dan diabetes. Akan tetapi biji serawung itu sendiri tidak disarankan untuk dikonsumsi dalam jumlah terlalu banyak karena dikatakan dapat mengganggu fungsi otak. Tanaman ini secara ilmiah terbukti berperan sebagai insektisida karena memiliki kandungan yang efektif mengusir nyamuk, meski tidak ampuh mengusir tikus.

Serawung juga mempunyai kandungan antibakteri yang berguna menyembuhkan sakit flu dan sakit perut. Kombinasi antara serawung dan cengkih berguna menetralkan tubuh yang terkena polusi logam berat. Mungkin itulah sebabnya basil dimasukkan sebagai tumbuhan yang dapat menetralkan racun sekaligus berperan sebagai tonik. Ketika dibuat teh, serawung diketahui dapat menurunkan tekanan darah, mengendurkan kejang, menghilangkan racun, membersihkan darah, menurunkan kadar gula darah, menurunkan level stres, dan menurunkan tingkat kolesterol.

Dikutip dari Tafsir ‘Ilmi

Leave a Reply

Close Menu