ASAL MUASAL MANUSIA

ASAL MUASAL MANUSIA

Pada abad ke-19, dunia ilmu pengetahuan digoncang oleh temuan baru yang kontroversial, yaitu teori evolusi. Teori ini mengemukakan bahwa jenis manusia ada di muka bumi melalui suatu proses panjang evolusi. Seperti teorinya, pencetus teori ini hingga beberapa waktu yang lalu masih menjadi bahan perdebatan para ilmuwan. Hingga tahun 2008, hanya satu nama yang diakui sebagai pencetus teori evolusi, yaitu Charles Robert Darwin (1809-1882). Pada 1859, Darwin mengemukakan teori evolusinya dalam bukunya, On the Origin of Species: Survival of the Fittest by Means of Natural Selection, yang terbit pada tahun yang sama. Buku ini dipercaya sebagai buku pertama yang menjelaskan tentang teori evolusi, yang menyatakan bahwa makhluk hidup selalu menyesuaikan diri dengan lingkungan alamiahnya yang terus berubah. Makhluk yang paling dapat menyesuaikan diri itulah yang akan survive dan berkembang menjadi makhluk yang lebih kompleks atau lebih tinggi tingkatannya. Sedangkan makhluk yang tidak dapat menyesuaikan dengan lingkungan alamiahnya akan punah dengan sendirinya. Jadi menurut teori evolusi, makhluk berevolusi dari jenis organisme yang paling sederhana (mikroba uniseluler) hingga makhluk yang kompleks (multiseluler) dalam kurun waktu ratusan juta tahun. Namun, seiring berjalannya waktu, muncul nama lain yang dipercaya sebagai pencetus sesungguhnya dari teori evolusi ini, atau setidaknya sebagai kopencetus Darwin. Dia adalah Alfred Russel Wallace (1823-1913). Wallace-lah yang pertama kali memakai kata survival of the fittest dalam esainya yang berjudul On the Tendency of Organisms to Depart from the Original Type. Esai ini diterbitkan pada tahun 1858, setahun sebelum terbitnya buku Charles Darwin. Esai ini pula yang dikirimkan Wallace dari Ternate kepada Darwin pada tahun 1858, yang kemudian dikenal sebagai Letter from Ternate, karena pada waktu itu Wallace melakukan penelitiannya di Ternate. Berdasarkan penelusuran sejarah dan bukti-bukti yang ada, pada tahun 2009, dunia ilmu pengetahuan akhirnya setuju bahwa kedua orang itu: Darwin dan Wallace, dinyatakan sebagai penemu bersama teori evolusi. Menurut teori evolusi, keberadaan manusia di bumi tidak begitu saja muncul. Dinyatakan dalam teori ini, waktu yang diperlukan untuk proses evolusi, yang salah satunya berujung pada terbentuknya manusia, memerlukan waktu jutaan tahun. Ini adalah salah satu penjelasan dari prosesnya saja, sedangkan teorinya sendiri tidaklah demikian. Pengetahuan tentang evolusi yang seringkali bertolak belakang dengan persepsi umum dan mapan di masyarakat, akan diuraikan dalam catatan di bagian belakang tulisan ini. Berikut ini adalah urutan kejadian manusia menurut teori evolusi. Pada permulaan kehidupan, bentuk kehidupan yang ada berupa mikroorganisme (makhluk renik) uniseluler dengan inti sel yang belum sempurna (prokaryotic unicelluler microorganisms). Dengan berjalannya waktu dan adanya seleksi alam, sedikit demi sedikit mikroorganisme uniseluler berevolusi menjadi mikroorganisme multiseluler, kemudian berlanjut menjadi mikroorganisme multiseluler dengan inti sel yang sempurna (eukaryotic multicelluler microorganisms). Evolusi selanjutnya akan memunculkan tumbuhan tingkat rendah, seperti ganggang (alge) atau jamur, yang pada tahap selanjutnya berevolusi menjadi tumbuhan tingkat tinggi. Dari evolusi mikroorganisme menjadi tumbuhan, ada percabangan karena mutasi yang sukses menjadi bentuk hewan tingkat rendah, yang kemudian menjadi hewan tingkat tinggi. Kemudian muncul binatang-binatang tingkat tinggi dan berukuran lebih besar. Dengan tidak sengaja, dari salah satu binatang, muncullah manusia. Hal ini dibuktikan dengan adanya sederet bukti berupa tengkorak hewan yang secara runut mengarah ke tengkorak manusia saat ini. Bukti Iain yang juga dikemukakan untuk mendukung teori ini adalah perkembangan bentuk embrio berbagai jenis binatang. Dalam perkembangannya, embrio manusia berubah-ubah bentuk, dimulai dari serupa embrio ikan, kelinci, dan binatang Iainnya, dan berakhir pada bentuk manusia. Namun, seorang pakar bernama Erns Haeckel, seorang pengikut fanatik Darwin, dalam tulisannya mengenai evolusi manusia terbukti belakangan ini telah melakukan manipulasi foto-foto embrio dari beberapa jenis binatang dan manusia sedemikian rupa sehingga apa yang “diinginkannya” seolah terbukti. Dari temuan yang disebut terakhir ini kemudian diputuskan bahwa evolusi panjang manusia berasal dari binatang tingkat rendah.

Dikutip dari Tafsir ‘Ilmi

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Leave a Reply

Close Menu