ANGGUR (VITIS VINIFERA)‎

ANGGUR (VITIS VINIFERA)‎

Anggur atau al-‘Inab baik sebagai buah maupun hasil olahannya disebutkan sebanyak 11 kali dalam Alquran. Umumnya, penyebutan itu mengindikasikan rezeki yang dikaitkan dengan berbagai hal seperti perumpamaan, perkembangan teknologi, dan permisalan atas perbuatan tercela. Ayat-ayat tersebut adalah:

أَيَوَدُّ أَحَدُكُمْ أَن تَكُونَ لَهُ جَنَّةٌ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَابٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ لَهُ فِيهَا مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَأَصَابَهُ الْكِبَرُ وَلَهُ ذُرِّيَّةٌ ضُعَفَاءُ فَأَصَابَهَا إِعْصَارٌ فِيهِ نَارٌ فَاحْتَرَقَتْ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ ۝

Adakah salah seorang di antara kamu yang ingin memiliki kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, di sana dia memiliki segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tuanya sedang dia memiliki keturunan yang masih kecil-kecil. Lalu kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, sehingga terbakar. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkannya. (Alquran, Surah al-Baqarah/2: 266)

وَهُوَ الَّذِي أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُّخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُّتَرَاكِبًا وَمِنَ النَّخْلِ مِن طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِّنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۗ انظُرُوا إِلَىٰ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكُمْ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ ۝

Dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma, mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah, dan menjadi masak. Sungguh, pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. (Alquran, Surah al-An‘ām/6: 99)

وَفِي الْأَرْضِ قِطَعٌ مُّتَجَاوِرَاتٌ وَجَنَّاتٌ مِّنْ أَعْنَابٍ وَزَرْعٌ وَنَخِيلٌ صِنْوَانٌ وَغَيْرُ صِنْوَانٍ يُسْقَىٰ بِمَاءٍ وَاحِدٍ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَىٰ بَعْضٍ فِي الْأُكُلِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ ۝

Dan di bumi terdapat bagian-bagian yang berdampingan, kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, pohon kurma yang bercabang, dan yang tidak bercabang; disirami dengan air yang sama, tetapi Kami lebihkan tanaman yang satu dari yang lainnya dalam hal rasanya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti. (Alquran, Surah ar-Ra‘d/13: 4)

يُنبِتُ لَكُم بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُونَ وَالنَّخِيلَ وَالْأَعْنَابَ وَمِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ ۝

Dengan (air hujan) itu Dia menumbuhkan untuk kamu tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir. (Alquran, Surah an-Naḥl‎/16: 11)

وَمِن ثَمَرَاتِ النَّخِيلِ وَالْأَعْنَابِ تَتَّخِذُونَ مِنْهُ سَكَرًا وَرِزْقًا حَسَنًا ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ ۝

Dan dari buah kurma dan anggur, kamu membuat minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mengerti. (Alquran, Surah An-Naḥl/16: 67)

أَوْ تَكُونَ لَكَ جَنَّةٌ مِّن نَّخِيلٍ وَعِنَبٍ فَتُفَجِّرَ الْأَنْهَارَ خِلَالَهَا تَفْجِيرًا ۝

Atau engkau mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu engkau alirkan di celah-celahnya sungai yang deras alirannya. (Alquran, Surah al-Isrā’/17: 91)

وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلًا رَّجُلَيْنِ جَعَلْنَا لِأَحَدِهِمَا جَنَّتَيْنِ مِنْ أَعْنَابٍ وَحَفَفْنَاهُمَا بِنَخْلٍ وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمَا زَرْعًا ۝

Dan berikanlah (Muḥammad) kepada mereka sebuah perumpamaan, dua orang laki-laki, yang seorang (yang kafir) Kami beri dua buah kebun anggur dan Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan di antara keduanya (kebun itu) Kami buatkan ladang. (Alquran, Surah al-Kahf/18: 32)

وَأُحِيطَ بِثَمَرِهِ فَأَصْبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ عَلَىٰ مَا أَنفَقَ فِيهَا وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا وَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُشْرِكْ بِرَبِّي أَحَدًا ۝

Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu dia membolak-balikkan kedua telapak tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang telah dia belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur roboh bersama penyangganya (para-para) lalu dia berkata, “Betapa sekiranya dahulu aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun.” (Alquran, Surah al-Kahf/18: 42)

فَأَنشَأْنَا لَكُم بِهِ جَنَّاتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَابٍ لَّكُمْ فِيهَا فَوَاكِهُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ ۝

Lalu dengan (air) itu, Kami tumbuhkan untukmu kebun-kebun kurma dan anggur; di sana kamu memperoleh buah-buahan yang banyak dan sebagian dari (buah-buahan) itu kamu makan. (Alquran, Surah al-Mu’minūn/23: 19)

وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّاتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَابٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ الْعُيُونِ ۝

Dan Kami jadikan padanya di bumi itu kebun kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air. (Alquran, Surah Yāsīn/36: 34)

فَأَنبَتْنَا فِيهَا حَبًّا ۝ وَعِنَبًا وَقَضْبًا ۝ وَزَيْتُونًا وَنَخْلًا ۝ وَحَدَائِقَ غُلْبًا ۝ وَفَاكِهَةً وَأَبًّا ۝

Lalu di sana Kami tumbuhkan biji-bijian, dan anggur dan sayur-sayuran, dan zaitun dan pohon kurma, dan kebun-kebun (yang) rindang, dan buah-buahan serta rerumputan. (Alquran, Surah ‘Abasa/80: 27-31)

Anggur adalah salah satu tumbuhan yang dapat berbuah sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Buahnya dapat dimakan apa adanya maupun dikreasikan menjadi berbagai bentuk makanan turunan, seperti selai, agar, cuka, minuman beralkohol, kismis, dan minyak biji anggur. Buah anggur tumbuh berkelompok, antara 6 hingga 300 butir perkelompok. Warnanya bermacam-macam, mulai dari kehitaman, biru tua, ungu, kuning, hijau, hingga yang berwarna kemerahan. Buah anggur berwarna putih yang ada saat ini pada dasarnya adalah anggur hijau yang secara evolutif berasal dari anggur berwarna ungu. Anggur sebagai buah yang dapat dimakan telah dikenal pada masa Nabi Nuh. Kemungkinan besar domestikasi anggur dimulai di kawasan Azerbaijan, Armenia, dan Turki Utara. Saat ini usaha domestikasi anggur telah menghasilkan sekitar 8.000 kultivar anggur di dunia, sebagian besarnya terdapat di Eropa.

Domestikasi tanaman ini sekaligus memulai domestikasi mikroba yang secara alami ditemukan pada kulit luar buah anggur. Kedua unsur inilah yang secara teknis berperan dalam fermentasi buah anggur menjadi minuman beralkohol. Berita tentang penanaman anggur juga dapat ditemukan pada catatan Mesir kuno, Yunani kuno, Phoenicia, dan Romawi. Di masa-masa berikutnya, tanaman anggur menyebar ke bagian Eropa lainnya, Afrika Utara, dan berikutnya ke benua Amerika.

Buah anggur merupakan sumber glukosa, fruktosa, dan beberapa mineral seperti sodium, potasium, kalsium dan besi. Manfaat buah ini juga sangat banyak. Kandungan vitamin di dalamnya cukup memadai untuk mencegah pendarahan pada penderita diabetes, maupun gangguan urat nadi pada penderita Atherosclerosis. Buah anggur juga baik untuk pencernaan dan bermanfaat untuk memperlancar air seni. Buah anggur mentah sangat baik untuk obat sakit tenggorokan. Buah anggur juga dikenal dapat mengurangi rasa sakit pada penderita bronchitis kronis, penyakit jantung, dan asam urat. Diet buah anggur juga baik bagi penderita demam. Tidak itu saja, getah batang pohon anggur pun baik untuk mengobati beberapa penyakit kulit dan ophtalmia.

Anggur, khususnya yang berwarna merah, kaya akan senyawa kimia  bernama polifenol. Senyawa kimia ini dapat mengurangi dan mencegah perkembangan degeneratif, seperti penyakit gangguan jantung. Senyawa kimia polifenol termasuk kelompok antioksidan alami. Antioksidan itu sendiri bertugas memperlambat dan mencegah kerusakan sel, misalnya mencegah atau memperlambat pengendapan pada pembuluh darah yang itu akan menghambat aliran darah dan pasokan oksigen ke seluruh tubuh. Di samping itu, polifenol juga bermanfaat mengurangi pengentalan darah, mencegah penyempitan pembuluh darah, dan menormalkan detak jantung.

Fenomena aneh dalam konsumsi anggur, khususnya minuman anggur beralkohol, tampak pada apa yang biasa disebut French Paradox. Fenomena ini muncul dari kebiasaan masyarakat Perancis yang mengonsumsi lemak binatang dalam kadar yang jauh lebih banyak ketimbang negara lain di Eropa. Kendati demikian, persentase penduduk Perancis yang mengidap penyakit jantung tetap rendah. Hal ini terjadi karena tingkat konsumsi anggur merah pada masyarakat Perancis terbilang sangat tinggi. Di samping peran alkohol yang positif, seperti mengurangi penumpukan trombosit (sel darah) dalam pembuluh darah dan memacu pembesaran pembuluh darah karena peran jaringan otot pembentuk dinding pembuluh darah yang lentur, maka kulit buah anggur itu sendiri memiliki fungsi penting, seperti: (1) mengurangi kerusakan pembuluh darah melalui penyesuaian-penyesuaian terus menerus pada tingkat molekular; (2) mengebiri kemampuan hormon angiotensin untuk mengakibatkan penyempitan urat darah yang mengakibatkan kenaikan tekanan darah; dan (3) meningkatkan hormon yang mendorong munculnya bahan kimia penghasil faktor ketenangan.

Meski konsumsi minuman anggur tidak direkomendasikan oleh lembaga-lembaga kesehatan, namun sejumlah penelitian menemukan adanya indikasi bahwa  konsumsi minuman beralkohol yang terkontrol malah dapat meningkatkan kesehatan. Konsumsi satu gelas oleh wanita dan dua gelas oleh pria per hari diketahui dapat meningkatkan kesehatan. Kandungan resveratrol (antioksidan berbentuk polyphenol) secara positif terkait dengan pencegahan penyakit kanker, jantung, penyakit degeneratif syaraf, infeksi akibat virus, dan mekanisme penyakit Alzheimer. Resveratrol ini dipercaya juga merupakan diet yang baik untuk mengurangi kalori berlebih pada otot jantung, tulang, dan otak. Kondisi ini akan menghambat munculnya ekspresi gen yang berasosiasi dengan penuaan otot jantung dan otot lainnya.

Resveratrol ditemukan dalam kadar tinggi pada berbagai varietas buah anggur, terutama pada bagian kulit dan biji. Tiap satu gram kulit anggur mengandung 50 hingga 100 mikrogram resveratrol. Di samping itu, pada buah anggur merah terdapat pula kandungan antosianin yang merupakan komponen polyphenol utama. Sedangkan kandungan flavan-3-ols sangat menonjol pada anggur putih. Namun, secara keseluruhan anggur merah memiliki polyphenol terlengkap dan dalam jumlah melimpah ketimbang jenis anggur lainnya.

Sejak 1980-an, penelitian memperlihatkan bahwa kandungan antioksidan (dalam hal ini oligomeric proanthocyanidins) ditemukan dalam jumlah yang signifikan pada biji buah anggur. Kombinasi antara tanninpolyphenol, dan asam lemak polyunsaturated menjadi tameng yang menghambat munculnya beberapa penyakit semisal kanker, gagal jantung, dan lain-lain. Dengan kata lain, penelitian mengajurkan setiap orang untuk mengkonsumsi anggur, khususnya anggur merah, dalam kadar cukup untuk mencegah serangan jantung dan mengurangi perkembangan penyakit degeneratif seperti penyakit kardiovaskular.

Di seluruh dunia, diperkirakan tidak kurang dari 75-500 kilometer persegi lahan digunakan untuk menanam anggur. Sekitar 71 % dari produksi anggur dunia digunakan untuk memproduksi minuman beralkohol; 27% dimanfaatkan sebagai buah segar; dan 2% darinya dibuat manisan kering, cuka, dan sejenisnya. Mengonsumsi minuman anggur beralkohol diharamkan oleh Islam karena adanya kandungan yang berpotensi memabukkan di dalamnya. Larangan mengonsumsi minuman beralkohol termaktub dalam beberapa ayat-ayat berikut.

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا ۗ وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ۝

Mereka menanyakan kepadamu (Muḥammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya.” Dan mereka menanyakan kepadamu (tentang) apa yang (harus) mereka infakkan. Katakanlah, “Kelebihan (dari apa yang diperlukan).” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan. (Alquran, Surah al-Baqarah/2: 219)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا۝

Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati salat ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan, dan jangan pula (kamu hampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub kecuali sekedar melewati jalan saja, sebelum kamu mandi (mandi junub). Adapun jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan atau sehabis buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, sedang kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang suci; usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun. (Alquran, Surah an-Nisā’/4: 43)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ۝ إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ۝

Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung. Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan salat, maka tidakkah kamu mau berhenti? (Alquran, Surah al-Mā’idah/5: 90-91)

Anggur ungu pertama kali didomestikasi di kawasan Turki Utara. Ragi, salah satu kelompok mikroorganisme pertama yang didomestikasi manusia, secara alami telah ada di kulit luar buah anggur. Hal ini mendorong terjadinya inovasi dari minuman beralkohol yang terjadi demikian saja secara alami. Domestikasi anggur juga dikenal pada masa Mesir Kuno. Pada dinding salah satu kuil ditemukan tulisan hieroglyph yang mengisahkan bagaimana masyarakat Mesir Kuno menanam anggur ungu, baik untuk dimakan mentah sebagai buah meja maupun sebagai minuman beralkohol. Pada masa selanjutnya kebiasaan bercocok tanam anggur menyebar ke Eropa, Afrika Utara, dan selanjutnya ke Amerika Utara.

Vitis, anggur ungu dari marga yang sama, ditemukan hidup di alam liar benua Amerika dan menjadi bagian diet penduduk asli suku Indian. Akan tetapi para kolonis Eropa menganggap buahnya tidak cocok untuk dibuat minuman. Mereka kemudian membawa anggur ungu Eropa (Vitis vinivera) ke Amerika Utara. Kebun anggur pertama di Amerika terdapat di kawasan California. Di tempat yang sama Bangsa Spanyol mendirikan banyak gereja dan biara di sepanjang pantai dengan dua maksud: mewartakan Kristen kepada penduduk pribumi dan bertanam jeruk. Yang terakhir ini dimaksudkan untuk memasok kebutuhan vitamin C para pelautnya agar tidak mengalami sariawan atau penyakit lainnya.

Telah disebutkan sebelumnya bahwa buah anggur memiliki banyak variasi warna: hitam, biru tua, kuning, hijau, hingga merah. Anggur berwarna putih sebenarnya berwarna kehijauan, dan berasal dari anggur ungu yang berubah warnanya secara perlahan. Mutasi pada anggur yang kita anggap berwarna putih -sebetulnya kehijauan- disebabkan adanya dua gen baru yang muncul dan berperan mencegah produksi antocyanin, bahan kimia pembentuk pigmen ungu pada buah anggur ungu. Hilangnya sumber pigmen ungu membuat buah anggur berganti warna menjadi kehijauan. Mutasi dan hilangnya antocyanin dan beberapa pembentuk pigmen lainnya dari anggur ungu itu juga yang pada akhirnya memunculkan anggur berwarna merah.

Hampir semua anggur yang ditanam saat ini merupakan kultivar dari anggur ungu Eropa, Vitis vinifera, yang berasal dari kawasan Mediterania dan Asia Tengah. Hanya sedikit yang merupakan kultivar dari jenis asli Amerika atau Asia, seperti Vitis labrusca dan Vitis riparia (Amerika Utara) yang biasa digunakan sebagai buah meja, jus, atau kadang-kadang untuk membuat minuman beralkohol; Vitis rotundifolia dari selatan Amerika Serikat yang dimanfaatkan sebagai bahan selai; dan Vitis amurensis yang merupakan jenis anggur terpenting di kawasan Asia.

Untuk patut dijadikan buah meja, anggur harus memenuhi kriteria-kriteria khusus yang itu jauh berbeda dibandingkan dengan umpamanya bila buah anggur akan dibuat minuman. Perlu seleksi ketat untuk menjadikan anggur layak dijadikan buah meja, misalnya ia harus memiliki ukuran cukup besar, berkulit tipis, dan tidak berbiji. Di sisi lain, buah anggur yang dimanfaatkan untuk minuman tidak sama sekali memerlukan kriteria-kriteria ini. Buah yang tidak terlampau bagus, berukuran kecil, berbiji banyak, sangat manis (dipanen saat kandungan gula dalam buah mencapai 24%), bahkan yang berkulit tebal pun sah-sah saja dijadikan minuman. Malah, kulit luar yang tebal ini menjadi persyaratan penting karena dari situlah aroma minuman anggur akan muncul.

Anggur tanpa biji hampir menjadi syarat yang harus dipenuhi dalam industri anggur meja. Karena pengembangbiakan kelompok anggur macam ini dilakukan melalui stek maka ketiadaan biji tidak Iagi menjadi masalah. Namun, isu tentang masih diperlukannya biji untuk berbagai hal terkait pemuliaan tanaman tetap saja ada.

Dikutip dari Tafsir ‘Ilmi

Tinggalkan Balasan

Close Menu