ALQURAN DAN REPRODUKSI MANUSIA

ALQURAN DAN REPRODUKSI MANUSIA

Seiring penciptaannya dari air dan tanah liat, manusia berkembang menjadi makhluk tingkat tinggi yang berkembang biak melalui reproduksi. Ilmu pengetahuan makin berkembang, dan bersamaan dengan itu banyak teori tentang proses reproduksi manusia dikemukakan.

Pada masa Plato dan Aristoteles, banyak pro-kontra mengenai teori terciptanya embrio. Teori pertama percaya bahwa embrio manusia berbentuk manusia mikro dan tertanam di sperma laki-laki. Teori kedua juga tidak ada bedanya dengan yang pertama, kecuali bahwa embrio yang berbentuk manusia mini itu tertanam dalam rahim wanita dan terbentuk dari darah menstruasi

Penganut dua teori ini sama-sama belum tahu bahwa sperma dan indung telur mempunyai peran yang sama dalam pembentukan embrio; sebuah teori yang kemudian ditemukan oleh peneliti berkebangsaan Italia, Spallanzani, pada 1775.

Pada 1783, Van Beneden mengkonfirmasi temuan ini. Dengan demikian, konsep mengenai adanya embrio dalam bentuk manusia mikro dalam sperma atau rahim telah dipatahkan. Pada 1888 dan 1909, Boveri membuktikan bahwa kromosom membawa faktor keturunan. Pengetahuan berkembang pesat setelah Morgan pada 1912 menguraikan peranan gen dalam penurunan sifat. Dengan demikian, baru pada abad 18 manusia mengetahui teori perkembangbiakan manusia, walaupun pada saat itu pembuktiannya belum sepenuhnya dapat dilakukan. Teori-teori ini kemudian dikonfirmasi oleh pembuktian-pembuktian yang didasarkan pada temuan-temuan baru pada permulaan abad 20.

Teori yang baru terungkap oleh ilmu pengetahuan abad 20 ini sebenarnya sudah diuraikan dalam berbagai surah Alquran ratusan tahun sebelumnya. Ayat ke-2 Surah al-Insān mengindikasikan adanya campuran antara unsur yang datang dari laki-laki dan wanita dalam pernbentukan embrio.

إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن نُّطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَّبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا۝

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan Iarangan), karena itu Kami  jadikan dia mendengar dan melihat. (Alquran, Surah al-Insān/76: 2)

Kata “setetes mani” pada ayat ini adalah terjemahan dari bahasa Arab nufatin amsyāj yang artinya bercampur, yakni bercampurnya air yang berasal dari laki-laki dan perempuan. Hal ini dinyatakan oleh Nabi Muḥammad saat menjawab pertanyaan seorang Yahudi:

Ketika kaum Quraisy memberitahu seorang Yahudi bahwa Muḥammad mengaku Nabi, ia lantas mendatangi Nabi dan mengajukan berbagai pertanyaan untuk menguji kebenaran pengakuannya. Setelah sekian pertanyaan dijawab oleh Nabi, sampailah ia pada pertanyaan terakhir. la berkata, “Aku akan mengajukan kepadamu suatu pertanyaan yang tidak akan bisa dijawab oleh seorang pun di dunia selain nabi dan orang-orang di sekitarnya.” Nabi berkata, “Apakah engkau mendapat keuntungan bila aku menjawab pertanyaanmu?” la berkata, “Aku bertanya kepadamu tentang anak.” Nabi menjawab, “Bahan untuk reproduksi dari laki-laki berwarna putih, dan dari wanita berwarna kuning—yakni warna inti indung telur. Ketika mereka bersenggama dan bahan (kromosom dan gen) laki-laki lebih unggul daripada bahan perempuan maka Tuhan akan memutuskan terciptanya anak laki-laki. Apabila bahan perempuan lebih unggul daripada bahan laki-laki maka anak perempuanlah yang ditentukan oleh Allah”. Orang Yahudi itu berkata sebelum berlalu  “Apa yang engkau katakan adalah benar adanya; engkau nyata-nyata adalah seorang nabi.” Selepas kepergian Yahudi itu, Nabi berkata, “la menanyakan sesuatu yang tidak aku ketahui hingga Allah memberitahukan jawabannya kepadaku.”

Sejarah seluruh kehidupan manusia, mulai dari sperma dan indung telur hingga penyakit pikun yang melanda para lansia, tertuang lengkap dalam Surah al-Ḥajj‎/22: 5. Pada Surah al-Mu’minūn‎/23: 13-14, dijelaskan rincian proses perkembangan embrio dan janin.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِن مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْ ۚ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ ۖ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِن بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا ۚ وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنبَتَتْ مِن كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ۝

Wahai manusia, jika kamu meragukan (Hari) Kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan (tetumbuhan) yang indah. (Alquran, Surah al-Ḥajj/22: 5)

ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَّكِينٍ۝ ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ۝

Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik. (Alquran, Surah al-Mu’minūn/23: 13-14)

Dari dua ayat ini diketahui bahwa perkembangan embrio terjadi secara bertahap. Tahapan-tahapan yang digambarkan dua ayat ini sama persis dengan temuan ilmu pengetahuan modern. Secara global, pentahapan itu dapat dijelaskan sebagai berikut:

Sel telur yang belum dibuahi diproduksi oleh organ wanita dan diletakkan pada semacam tabung yang disebut Fallopia. Saat bersanggama, akan ada satu sperma laki-laki yang membuahi sel telur. Sel telur yang telah dibuahi akan bergerak ke rahim (uterus) dan menempel pada dinding rahim. Ketika menempel di dinding rahim, embrio akan berkembang -sekitar 3 bulan. Setelah itu, terjadi perkembangan janin selama kurang lebih 6 bulan.

Masa persalinan

Pada pembahasan selanjutnya akan diuraikan tahap-tahap perkembangan embrio bersamaan dengan bahasan tentang ayat-ayat Alquran yang berkaitan dengan setiap tahapannya. Pertama-tama, kita perhatikan dua ayat berikut ini yang berbicara secara global tentang perkembangan manusia yang melalui beberapa tahapan.

وَقَدْ خَلَقَكُمْ أَطْوَارًا۝  أَلَمْ تَرَوْا كَيْفَ خَلَقَ اللَّهُ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا۝

Mengapa kamu tidak takut akan kebesaran Allah? Dan sungguh, Dia telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan (kejadian) (Alquran, Surah Nūḥ/71: 13-14)

وَاللَّهُ خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ جَعَلَكُمْ أَزْوَاجًا ۚ وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنثَىٰ وَلَا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِهِ ۚ وَمَا يُعَمَّرُ مِن مُّعَمَّرٍ وَلَا يُنقَصُ مِنْ عُمُرِهِ إِلَّا فِي كِتَابٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ۝

Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Tidak ada seorang perempuan pun yang mengandung dan melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan tidak dipanjangkan umur seseorang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lau Mafūẓ). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. (Alquran, Surah Fāṭir/35: 11)

Surah pertama menjelaskan perkembangan manusia secara umum, sedangkan surah kedua lebih rinci karena memperlihatkan peristiwa-peristiwa yang terjadi selama proses perkembangan manusia; bagaimana manusia pertama— Adam—diciptakan dari tanah, dan kemudian dari air mani. Berdasarkan keterangan singkat di atas, diketahui sedikitnya ada tiga rincian perkembangan manusia yang diuraikan oleh Alquran yang kemudian dikonfirmasi oleh temuan-temuan ilmu  pengetahuan.

  1. Sperma dan sel telur

Ketika saripati tanah masuk ke dalam tubuh manusia, saripati itu lantas dipakai oleh tubuh sebagai starting materials dalam proses metabolisme pembentukan nufah di dalam sel-sel reproduksi. Kata nuṭfah seringkali diterjemahkan dengan air mani atau setetes mani. Secara literal, kata ini berarti tetesan atau bagian kecil dari fluida— cairan kental, konsentrat. Dalam dunia sains, kata ini diartikan sebagai konsentrasi fluida yang mengandung sperma. Kata lain yang biasa digunakan hampir serupa dengan nuṭfah adalah nufatin amsyāj, atau setetes mani yang bercampur. Ini mengandung arti percampuran dua nuṭfah atau benih, yaitu dari laki-laki (sperma) dan dari perempuan (sel telur, ovarium). Dalam Surah al-lnsān‎/76: 2, tampak sekali bahwa hanya satu tetes mani—satu sperma—saja yang membuahi ovarium; suatu hal yang bertepatan dengan temuan dalam disiplin ilmu embriologi.

Nuṭfah juga disebut sebagai air yang hina (mā’im mahīn, Surah al-Mursalāt/77: 20) atau air yang terpancar (mā’in dāfiq, Surah aṭ-Ṭāriq/86: 6). Istilah yang pertama merujuk pada tempat keluarnya air itu sebagai tempat yang hina, alat genitalia, suatu organ yang juga berfungsi untuk membuang urine. Sedangkan istilah yang kedua menunjukkan proses masuknya nuṭfah (sperma) ke dalam rahim.

Nuṭfah dibentuk di dalam buah pelir. Buah pelir sendiri dibentuk oleh sel-sel yang ada di bawah bakal ginjal, di bagian punggung embrio. Kelompok sel ini, beberapa saat sebelum kelahiran bayi, akan turun sampai di bawah tulang rusuk. Cairan yang dihasilkan laki-laki—selanjutnya disebut air mani—terdiri atas sperma, yaitu bentuk makhluk yang melakukan pembuahan, dan protoglandin yang merangsang terjadi kontraksi pada rahim. Kontraksi ini akan membantu sperma bergerak menuju lokasi pembuahan indung telur. Air mani juga mengandung glukosa yang diperlukan oleh sperma sebagai sumber energi. Selain itu, ada juga unsur lain yang berfungsi menetralisasi keasaman mulut rahim dan sekaligus melicinkan gerakan sperma.

Menurut hitungan para ahli, sperma yang keluar dalam satu kali ejakulasi berjumlah jutaan ekor. Akan tetapi dari jumlah sebanyak itu, hanya satu yang dapat melakukan pembuahan. Untuk itu, dilakukan perjalanan panjang dan berbahaya. Beberapa peneliti mengibaratkan tantangan yang dihadapi sperma dalam perjalanannya menuju pembuahan seperti perjuangan manusia menuju bulan. Setelah pembuahan berlangsung, terjadilah perubahan cepat pada indung telur. Dengan segera, indung telur menghasilkan membran yang mencegah sperma lain untuk ikut melakukan pembuahan.

Air mani atau nuṭfah, dalam tahapan-tahapan perkembangan manusia, disebutkan dalam ayat berikut.

ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَّكِينٍ۝

Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) (Alquran, Surah al-Mu’minūn/23: 13)

Kata nuṭfah yang berarti sedikit air atau setetes air, jelas mendeskripsikan air yang sedikit yang dipancarkan lelaki saat bersenggama. Air yang sedikit itu mengandung sperma. Sperma atau spermatozoa terdapat di dalam “air menjijikkan” dalam bentuk ikan berekor panjang. Inilah arti kata sulālah.

Air mani diuraikan dengan lebih rinci pada ayat-ayat berikut:

فَلْيَنظُرِ الْإِنسَانُ مِمَّ خُلِقَ۝ خُلِقَ مِن مَّاءٍ دَافِقٍ۝  يَخْرُجُ مِن بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبِ۝

Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan. Dia diciptakan dari air (mani) yang terpancar, yang keluar dari antara tulang punggung (sulbi) dan tulang dada. (Alquran, Surah aṭ-Ṭāriq/86: 5-7)

 

إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن نُّطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَّبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا۝

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. (Alquran, Surah al-lnsān/76: 2)

 

الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ ۖ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنسَانِ مِن طِينٍ۝  ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِن سُلَالَةٍ مِّن مَّاءٍ مَّهِينٍ۝

Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah, kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (air mani). (Alquran, Surah as-Sajdah/32: 7-8)

Ayat-ayat ini banyak berbicara tentang kandungan air mani. Ilmu pengetahuan modern menemukan bahwa air mani terdiri atas empat lendir berbeda yang dihasilkan oleh empat kelenjar yang juga berbeda, yaitu kelejar biji pelir, kelenjar saluran seminal, kelenjar prostat, dan kelenjar saluran kencing. Kelenjar biji pelir menghasilkan sperma, sedangkan ketiga kelenjar lainnya tidak menghasilkan bahan reproduksi apa pun.

Alquran menjelaskan kepada manusia bahwa air mani terdiri atas campuran beberapa bahan. Diuraikan dalam Surah as-Sajdah/32: 8 bahwa saripati adalah komponen paling urgen dalam “air yang hina” itu. Pemakaian kata “air yang hina” disesuaikan dengan tempat asalnya, yakni dari saluran kencing yang oleh manusia dianggap kotor dan tidak berguna. Karena itu, pengunaan kata “saripati” menjadi sangat tepat karena ia berarti “yang paling baik dari yang ada”. Angka-angka dalam uraian di bawah ini akan menjelaskan hal itu.

Sel telur atau ovum adalah satu sel reproduktif pada wanita. Pada binatang tingkat tinggi, sel telur diproduksi oleh kelenjar seksual (gonad) wanita yang bernama ovarium. Sel telur adalah salah satu sel yang berukuran besar pada manusia. Sel ini berdiameter antara 100 hingga 200 um, sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang.

Dalam satu kali ejakulasi, dihasilkan sekitar tiga mililiter cairan yang mengandung antara 500 hingga 600 juta sperma. Dari jumlah ini, hanya satu yang terbaik yang akan sampai pada tujuan akhirnya, yaitu membuahi sel telur. Hal inilah yang hendak Allah sampaikan melalui Surah as-Sajdah/32: 8 di atas.

Fertilisasi atau pembuahan sel telur oleh sperma pada binatang menyusui, termasuk manusia, terjadi di dalam tubuh binatang betina. Zigot membelah dalam waktu hanya beberapa jam setelah proses fertilisasi.

  1. Rahim

Rahim atau uterus adalah tempat bagi embrio dan janin untuk tumbuh dan berkembang. Rahim, oleh Alquran, disebut sebagai tempat yang aman. Beberapa hal menjadi alasan mengapa rahim layak disebut sebagai tempat yang aman, yaitu:

Posisinya terlindung karena terletak antara tulang panggul dan tertopang dengan kuat di kedua sisinya oleh otot-otot yang pada saat yang sama membebaskan rahim untuk bergerak dan tumbuh hingga beberapa ratus kali ukuran asalnya yang terjadi pada puncak masa kehamilan atau sesaat sebelum proses melahirkan.

Pada saat kehamilan, dihasilkan suatu cairan bernama progesteron, atau biasa disebut hormon kehamilan yang berfungsi merendahkan frekuensi kontraksi rahim. Embrio yang ada di dalam rahim dikelilingi oleh beberapa lapisan membran yang menghasilkan suatu cairan dimana embrio itu berenang di dalamnya. Hal ini menjaga embrio dari kemungkinan terluka akibat benturan dari luar.

Ayat berikut ini menjelaskan tahapan-tahapan pengembangan dan keamanan yang ditawarkan rahim kepada janin.

 

خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ الْأَنْعَامِ ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ ۚ يَخْلُقُكُمْ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِّن بَعْدِ خَلْقٍ فِي ظُلُمَاتٍ ثَلَاثٍ ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ۝

Dia menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam) kemudian darinya Dia jadikan pasangannya dan Dia menurunkan delapan pasang hewan ternak untukmu. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang memiliki kerajaan. Tidak ada tuhan selain Dia; maka mengapa kamu dapat dipalingkan? (Alquran, Surah az-Zumar/39: 6)

Tentang keamanan janin dalam rahim, para ahli menemukan adanya tiga lapis membran—ayat di atas menyebutnya sebagai “tiga kegelapan“—yang dapat mengamankan janin selama berada di dalam rahim. Beberapa peneliti kemudian menafsirkan “tiga kegelapan” itu dengan tiga lapisan membran amniotik yang mengelilingi rahim, dinding rahim, dan dinding abdomen di bagian perut, yaitu:

  • Lapisan membran amnion yang mengandung cairan yang memungkinkan janin untuk berenang. Kondisi ini melindungi janin dari benturan benda-benda luar. Di samping itu, posisi ini memungkinkan janin untuk memosisikan diri prakelahiran.
  • Lapisan membran chorion.
  • Lapisan membran decidua.
  1. Pembentukan Alaqah

Setelah lima jam dalam bentuk zigot yang merupakan sel utama manusia yang mengandung 46 kromosom, sifat-sifat gen dominan dan resesif diturunkan kepada bakal janin. Zigot kemudian membelah diri tanpa merubah ukuran dan bergerak melalui tabung fallopian, suatu tabung yang menghubungkan indung telur dan rahim. Zigot selanjutnya menempelkan diri di dinding rahim.

Proses pembuahan dan perjalanan zigot hingga akhirnya menempel di dinding rahim memerlukan waktu hingga enam hari. Zigot tetap menempel pada dinding rahim—dalam ilmu kedokteran disebut blastocyt—dan tumbuh hingga hari ke-15 ketika bentukan ‘alaqah dimulai.

أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِّن مَّنِيٍّ يُمْنَىٰ۝  ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّىٰ۝

Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian (mani itu) menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya (Alquran, Surah al-Qiyāmah/75: 37-38)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِن مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْ ۚ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ ۖ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِن بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا ۚ وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنبَتَتْ مِن كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ۝

Wahai manusia, jika kamu meragukan (Hari) Kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan (tetumbuhan) yang indah. (Alquran, Surah al-Ḥajj/22: 5)

 

ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ۝

Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu vang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik. (Alquran, Surah al-Mu’minūn/23: 14)

Dari pengamatan para ilmuwan diperoleh temuan bahwa sel telur yang baru dibuahi akan menempelkan diri pada dinding rahim. la menempelkan diri dengan sangat kuat dan tetap demikian pada saat-saat permulaan perkembangan embrio. Pada tahap ini, bentuk dan perikehidupan embrio itu mirip sekali dengan lintah. la memperoleh sari makanan langsung dari  induk semangnya.

Surah al-Mu’minūn‎/23:14 membagi pertumbuhan embrio menjadi empat. Tahap pertama adalah saat sel telur baru saja dibuahi. Alquran mendeskripsikannya sebagai ‘alaqah yang mempunyai beberapa arti, seperti bentukan seperti lintah, benda yang tersambung, atau segumpal darah.

‘Alaqah merupakan bentuk praembrionik yang terjadi setelah percampuran sperma dan ovarium. Moore dan Azzindari (1982) mengemukakan penjelasan yang cukup bagus tentang ‘alaqah ini. ‘Alaqah, kata keduanya, dalam bahasa Arab berarti lintah (leech), suatu suspensi (suspended thing), atau segumpal darah (a clot of blood). Lintah merupakan binatang tingkat rendah, berbentuk seperti buah pir, dan hidup dengan mengisap darah. Ternyata sifat dan bentuk lintah ini dapat diterapkan pada ‘alaqah. Jadi, ‘alaqah adalah suatu stadium embrionik yang berbentuk seperti buah pir, ketika sistem cardiovaskular (sistem pembuluh jantung) sudah mulai tampak, dan hidupnya tergantung pada darah ibunya. ‘Alaqah terbentuk sekitar 24-25 hari sejak pembuahan. Jika jaringan praembrionik ini digugurkan maka ia akan tampak seperti segumpal darah.

Pada umumnya, pencangkokan organ dari luar ke dalam tubuh seseorang tak jarang menimbulkan penolakan sehingga tidak selalu berjalan lancar. Namun pada kasus ‘alaqah tidak demikian yang terjadi. Bentukan ‘alaqah ini langsung diterima tubuh walaupun sebenarnya bentukan ini termasuk benda asing. Hal ini dikarenakan sebagian sifat yang dibawa indung telur ibu ada di dalamnya, sehingga tubuh ibu menganggapnya bukan sebagai benda asing.

Transformasi dari nuṭfah menjadi ‘alaqah berlangsung sekitar 10 hari, diakhiri dengan terbentuknya zigot yang menempel pada dinding rahim dengan plasenta primitif yang dinamakan umbilical cord. Perubahan kemudian terjadi dari tahapan ‘alaqah ke tahapan mugah hanya dalam dua hari, yaitu hari ke-24 hingga ke-26.

  1. Pembentukan muḍgah

Tahap kedua dari pertumbuhan embrio ditandai dengan berubahnya bentukan seperti lintah menjadi muḍgah, sesuatu yang mirip dengan sepotong daging atau permen karet yang telah dikunyah.

ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ۝

Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) Iain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik. (Alquran, Surah al-Mu’minūn/23: 14)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِن مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْ ۚ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ ۖ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِن بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا ۚ وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنبَتَتْ مِن كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ۝

Wahai manusia, jika kamu meragukan (Hari) Kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan (tetumbuhan) yang indah. (Alquran, Surah al-Ḥajj/22: 5)

Segumpal daging pada ayat di atas dibahasakan dengan muḍgah. Embrio berubah bentuk dari tahapan ‘alaqah ke permulaan tahapan muḍgah pada hari ke-24 atau 26. Waktunya relatif lebih cepat ketimbang perubahan dari tahap nuṭfah  ke ‘alaqah. Proses yang demikian cepat itu tampak dari penggunaan kata “fa” dalam Surah al-Ḥajj‎/22: 14, yang dalam kaidah bahasa Arab menunjukkan keberiringan.

Pada hari ke-28, bagian punggung embrio tumbuh beberapa tonjolan dengan lekukan-lekukan di antaranya, yang membuatnya mirip permen karet atau daging yang baru digigit. Embrio sudah dapat berbalik dan berputar di dalam rahim sampai dengan usia 6 minggu.

Tahapan muḍgah ditandai dengan bermulanya pertumbuhan dan pembiakan sel yang luar biasa. Segumpal daging ini terdiri dari sel-sel atau jaringan-jaringan yang sudah maupun yang belum mengalami diferensiasi, seperti digambarkan dalam Surah al-Ḥajj‎/22: 5 di atas. Kata “sempurna” dalam ayat tersebut diterjemahkan oleh More dan Azzindani (1982) sebagai diferensiasi.

Masa muḍgah dengan ciri seperti itu diikuti oleh tahapan formasi organ yang oleh Alquran disebut sebagai takhalluq. Pada tahapan ini, beberapa organ mulai terbentuk, seperti mata, Iidah, dan bibir. Bentukan seperti manusia masih belum tampak sampai dengan akhir minggu ke-8. Pada masa ini, bentuk tangan dan kaki sudah mulai tampak.

Pada minggu ke-5, jantung mulai berdetak. Embrio juga sudah mengembangkan plasenta, suatu bentukan tabung yang masuk ke dalam dinding rahim dan mengalirkan oksigen serta makanan dari darah ibu ke tubuh janin.

Surah al-Ḥajj‎/22: 5 menyebutkan dua tahapan muḍgah, yaitu “yang sudah terbentuk” dan “yang belum terbentuk.” Yang disebut sebagai “sudah terbentuk” adalah embrio itu sendiri; embrio sudah mulai membentuk beberapa organ dengan fungsi yang spesifik. Sedangkan “yang belum terbentuk” adalah plasenta yang terbentuk pada hari ke-35. Tahapan muḍgah berakhir pada minggu ke-6, kurang lebih pada hari ke-40.

  1. Pembentukan tulang

ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ۝

Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) Iain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik. (Alquran, Surah al-Mu’minūn/23: 14)

Tahap pembentukan tulang ini jelas sangat penting, dimulai dengan bentuk seperti daging atau permen karet dengan lekukan dan tonjolan seperti bekas digigit— masa muḍgah, dengan cepat berubah menjadi sesuatu dengan bakal organ yang mulai tampak, walaupun bentuk manusia belum kelihatan secara jelas. Kemudian, dalam waktu singkat—beberapa hari pada akhir minggu ke-6, terbentuk tulang-tulang yang merubah penampakan secara drastis menjadi mirip manusia.

Pada minggu ke-7, bentuk manusia makin nyata dengan bermulanya pembentukan kerangka. Masa ini—sekitar hari ke-40 hingga 45—adalah garis batas yang membedakan masa muḍgah dan bentuk manusia. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa masa antara hari ke-40 hingga 45 adalah hari-hari yang sangat penting bagi perkembangan embrio. Pada waktu itulah embrio berubah bentuk menjadi bentuk manusia.

Pembentukan tulang ini akan semakin berbentuk mirip manusia setelah pada tahap berikutnya tulang itu diselimuti otot. Bagian kepala akan berbeda dengan lengan. Kedua bentuk mata dan dua bibir muncul di bagian kepala. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muḥammad  allallāhu ‘alaihi wa sallam dalam riwayat Muslim bahwa setelah janin melewati hari ke-42, Allah menurunkan malaikat kepadanya yang akan membentuknya menjadi bentuk manusia; membuat telinga, mata, kulit, otot, dan tulang. Kemudian malaikat akan bertanya kepada Allah mengenai jenis kelamin yang akan diberikan kepada embrio ini. Lalu Allah menentukan sesuai kehendaknya, dan malaikat pun mencatatnya.

  1. Pembentukan otot

ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ۝

Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) Iain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik. (Alquran, Surah al-Mu’minūn/23: 14)

Embriologi adalah cabang ilmu yang mempelajari perkembangan embrio dalam rahim. Salah satu fase yang akan dilalui embrio adalah fase pembentukan tulang dan otot. Para ahli dalam beberapa dekade lalu berasumsi bahwa tulang dan otot dibentuk pada waktu bersamaan. Namun, penelitian mikroskopis membuktikan bahwa apa yang dinyatakan ayat Alquran, kata demi kata, adalah tepat. Contoh, otot yang diambil dari permukaan tulang memperlihatkan bahwa otot membungkus tulang. Dengan demikian, tulang harus terbentuk terlebih dahulu, dan berikutnya barulah otot serta daging terbentuk dan membungkus tulang itu.

Dengan selesainya masa pembalutan tulang dengan lahm (otot dan daging), bentuk manusia semakin jelas. Otot mengambil posisi di sekeliling tulang di sekujur tubuh. Dengan demikian, kata ”memberi pakaian” kepada tulang yang digunakan dalam ayat Alquran adalah tepat adanya. Bagian-bagian tubuh embrio yang semula terpisah-pisah telah saling terhubung. Seiring dengan selesainya fase pembentukan otot, embrio manusia pun mulai dapat bergerak.

Pembungkusan tulang oleh otot dan daging merupakan babak baru dalam perkembangan anak manusia. Seiring usainya proses myogenesis (pembentukan otot), embrio mulai dapat bergerak. Masa ini, yang dimulai pada akhir minggu ke-7 dan berakhir pada akhir minggu ke-8, dianggap sebagai babak akhir pembentukan embrio, atau dalam bahasa Arab disebut takhalluq. Akhir fase embriologi ini segera diikuti dengan fase dimulainya perkembangan janin, yang dalam Alquran dibahasakan dengan nasy’ah alias perkembangan.

Pada akhir minggu ke-8, perkembangan jauh lebih cepat ketimbang fase-fase sebelumnya. Embrio berubah menjadi makhluk yang sangat berbeda dari sebelumnya. Ukuran kepala, badan, dan kaki mulai menyesuaikan antara minggu ke-9 sampai minggu ke-12. Pada minggu ke-10, organ kelamin bagian luar mulai tampak. Tulang tengkorak yang semula lunak, pada minggu ke-12, mulai mengeras. Lengan dan jari mulai dapat dibedakan pada minggu yang sama.

Ukuran berat janin bertambah dengan cepat. Bersamaan dengan perkembangan otot, janin sudah mulai dapat menggerakkan diri. Ketika umur janin mencapai 16 minggu (112 hari), ia sudah dapat menangkap dengan jari-jarinya, kakinya sudah dapat digunakan untuk menyepak, dan bahkan sudah dapat berjungkir balik. Pada masa ini, bagian organ dan sistem tubuh janin siap berfungsi.

Janin siap hidup di luar rahim mulai minggu ke-22 sampai 26, yakni setelah masa kehamilan lebih dari 6 bulan. Pada masa ini, organ pernafasan sudah siap berfungsi normal. Begitu pula sistem syaraf sudah mampu mengatur suhu badan janin.

Indera yang pertama kali berkembang pada akhir fase embriologi ini adalah pendengaran. Janin sudah dapat mendengar pada usia 24 minggu. Sedangkan indera penglihatan baru berkembang pada minggu ke-28, ketika bagian retina mulai sensitif terhadap cahaya.

  1. Perkembangan Janin

Masa perkembangan janin dimulai pada akhir minggu ke-7 dan berakhir pada akhir minggu ke-8. Akhir dari masa ini menandai berakhirnya fase takhalluq (pembentukan). Para embriolog menjadikan akhir minggu ke-8 sebagai akhir fase embriologi. Sedangkan fase berikutnya mereka sebut sebagai fase perkembangan janin.

Pada akhir minggu ke-8, satu fase penting dimulai. Perubahan fase ini jauh lebih cepat ketimbang tahap-tahap sebelumnya. Embrio berubah menjadi makhluk lain saat ukuran kepala, tubuh, kaki, dan tangan mulai mencapai ukuran proporsional. Ini terjadi antara minggu ke-9 dan 12. Pada minggu ke-10, organ kelamin bagian luar sudah terbentuk. Tulang yang semula terdiri atas unsur-unsur lunak berubah menjadi bahan kapur yang keras pada minggu ke-12. Jari kaki dan jari tangan juga sudah dapat dibedakan pada minggu ini.

Berat janin meningkat signifikan pada minggu-minggu ini seiring perkembangan otot dan dagingnya. Pada saat ini, janin sudah dapat bergerak secara teratur. Janin sudah secara sadar menggunakan tangannya untuk menangkap sesuatu, menendang dengan kakinya, atau bahkan melakukan salto. Pada saat ini pula janin sudah dapat melakukan apa yang diingininya.

Pada tahap ini, semua organ sudah berfungsi. Janin siap untuk hidup di luar rahim sejak berumur sekitar 22-26 minggu, yakni kurang lebih 6 bulan pascapembuahan. Namun, tentunya ini terjadi bila sistem pernafasan dan syarafnya berfungsi normal.

  1. Perkembangan metafisik

Secara fisik, perkembangan struktur dan fungsi organ manusia sangat mirip dengan kebanyakan binatang. Kandungan material pembentuk tubuh pada manusia dan kebanyakan makhluk hidup relatif sama. Penelitian membuktikan bahwa kehidupan semua makhluk hidup sangat dekat dengan peran air, seperti dijelaskan dalam beberapa ayat berikut.

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ۝

Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman? (Alquran, Surah al-Anbiyā‘/21: 30)

وَاللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَابَّةٍ مِّن مَّاءٍ ۖ فَمِنْهُم مَّن يَمْشِي عَلَىٰ بَطْنِهِ وَمِنْهُم مَّن يَمْشِي عَلَىٰ رِجْلَيْنِ وَمِنْهُم مَّن يَمْشِي عَلَىٰ أَرْبَعٍ ۚ يَخْلُقُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ۝

Dan Allah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (Alquran, Surah an-Nūr/24: 45)

Material pembentuk tubuh manusia dan makhluk hidup lainnya sama betul dengan kandungan tanah. Hal ini antara lain diuraikan dalam ayat di bawah ini.

وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا ۚ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُّجِيبٌ۝

Dan kepada kaum Samud (Kami ulus) saudara mereka, Saleh. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah; tidak ada tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya). (Alquran, Surah Hūd/11: 61)

Kombinasi antara tanah dan air akan menghasilkan tanah liat, dan dari tanah liat inilah Allah menciptakan makhluk hidup.

فَاسْتَفْتِهِمْ أَهُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَم مَّنْ خَلَقْنَا ۚ إِنَّا خَلَقْنَاهُم مِّن طِينٍ لَّازِبٍ۝

Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah), “Apakah penciptaan mereka yang lebih sulit ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat. (Alquran, Surah a-Ṣāffāt/37: 11)

Dalam uraian di atas, kita sama sekali tidak menemukan keunikan manusia, baik dari sisi fisiologi maupun anatomi. Apa yang ada pada tubuh manusia juga dimiliki oleh kebanyakan jenis binatang. Hanya satu keunikan yang manusia miliki dan membedakannya dari makhluk hidup lain, yaitu kalbu. Dengannya, manusia dapat membedakan yang baik dan yang buruk. la dapat membentuk dalam dirinya suatu mekanisme untuk membedakan dan menjatuhkan pilihan pada salah satu dari keduanya. Sedangkan makhluk hidup lain, utamanya binatang, hidup dengan hanya mengandalkan naluri.

Ada juga makhluk yang hidup hanya berdasarkan kebaikan. Dari perspektif agama, kita mengenal makhluk itu sebagai malaikat yang tidak berdosa karena tidak tahu bagaimana melakukan maksiat. Berbeda dengan semua itu, manusia adalah satu-satunya makhuk yang mempunyai kebebasan untuk memilih.

Sedangkan roh yang merupakan salah satu unsur dalam diri manusia, tidak diketahui secara jelas apa hakikatnya. Bahkan, manusia tidak akan tahu hakikat roh dengan sebenar-benarnya, seberapa keras ia berusaha dan seberapa lama ia melakukan penelitian.

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ ۖ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُم مِّنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا۝

Dan mereka bertanya kepadamu (Muḥammad ) tentang roh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.” (Alquran, Surah al-Isrā‘/17: 85)

 

Roh tentulah sesuatu yang berbentuk metafisik. Banyak nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi, yang kemudian dikenal sebagai hati nurani dan pengetahuan tentang adanya suatu subjek di sana, entah dimana, yang menciptakan manusia. Nilai-nilai ini diturunkan semenjak Nabi Adam hingga generasi sekarang. Pewarisan ini diduga terjadi melalui proses penurunan perilaku yang tertulis dalam kromosom.

Pengagungan manusia atas sisi kemanusiaannya adalah satu ciri khas manusia yang diturunkan melalui gen dari generasi ke generasi. Di dalamnya terdapat kebebasan memilih dan perasaan tanggung jawab yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup lain. Hal ini mestinya menyadarkan manusia akan melekatnya satu bagian dari Sang Pencipta di dalam dirinya, yaitu nurani atau dalam bahasa agama dikenal sebagai fitrah.

وَالسَّمَاءِ وَمَا بَنَاهَا۝  وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَاهَا۝  وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا۝ فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا۝  قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا۝  وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا۝

Demi langit serta pembinaannya (yang menakjubkan), demi bumi serta penghamparannya, demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya, maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya, sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya. (Alquran, Surah asySyams/91: 5-10)

Leave a Reply

Close Menu