AL-KINDI

AL-KINDI

Nama lengkap Al-Kindi adalah Abu Yusuf Yakub bin Ishak ibu al­-Subbah Imran bin Ismail bin Muhammad bin al-Asy’ats bin Qais al-Kindi. Beliau lebih populer dengan sebutan Al-Kindi. Al-Kindi lahir di Kufah (Irak) sekitar tahun 185 H (798 M). Orang tuanya adalah gubernur di Bashrah. Setelah dewasa, Al-Kindi pindah ke Bagdad dan mendapat perlindungan dari­ Khalifah Al-Ma’mun (Daulah Abbasiah) dan Khalifah Al-Mu’tasim. Neneknya bernama, al-Asy’ats bin Qaish, termasuk seorang sahabat Nabi yang paling pertama datang di kota Kufah.

 

Ketika al-Kindi sampai di Bagdad, beliau sangat senang dengan suasana intelektual di sana, ia menerjemahkan beberapa karya dan merevisi terjemahan orang lain, seperti karya Aristoteles dan Plotinos. Selain bisa berbahasa Arab, Al-Kindi mahir berbahasa Yunani oleh sebab itu ketika mengalih bahasakan istilah-istilah filosofis dan ilmiah tertentu, beliau dapat menentukan dan  menciptakan kata-kata baru dalam bahasa Arab.

 

Al-Kindi adalah filsuf berbangsa Arab yang dipandang sebagai filsuf Muslim pertama. Secara etnis, Al-Kindi lahir dari keluarga berdarah Arab yang berasal dari suku Kindah, salah satu suku besar daerah Jazirah Arab Selatan. Salah satu kelebihan al-Kindi adalah menghadirkan filsafat Yunani kepada kaum Muslimin setelah terlebih dahulu mengislamkan pemikiran-pemikiran asing tersebut.

 

Al Kindi telah menulis banyak karya dalam berbagai bidang disiplin ilmu, dari metafisika, etika, logika, dan psikologi, hingga ilmu pengobatan, farmakologi, matematika, astrologi, dan optik, juga meliputi topik praktis seperti parfum, pedang, zoologi, kaca, meteorologi dan gempa bumi. Di dalam menulis karya-karya tersebut, pertama ia menjelaskan sejelas mungkin pandangan-pandangan para pendahulunya kemudian merevisi dan kemudian mengembangkannya sesuai dengan kepentingan-­kepentingan baru.

 

Matematika, bagi Al-Kindi, adalah mukaddimah bagi siapa saja yang ingin mempelajari filsafat. Mukaddimah ini begitu penting sehingga tidak mungkin bagi seseorang untuk mencapai keahlian dalam filsafat tanpa menguasai matematika. Matematika di sini meliputi ilmu tentang bilanganharmonigeometri dan astronomi. Yang paling utama dari seluruh cakupan matematika adalah ilmu bilangan atau aritmetika karena jika bilangan tidak ada, maka tidak akan ada sesuatu apapun.

 

Menurut Al-Kindi, fungsi filsafat sesungguhnya bukan untuk menggugat kebenaran wahyu atau untuk menuntut keunggulan yang lancang atau menuntut persamaan dengan wahyu. Filsafat haruslah sama sekali tidak mengajukan tuntutan sebagai jalan tertinggi menuju kebenaran dan mau merendahkan dirinya sebagai penunjang bagi wahyu. Beliau mendefinisikan filsafat sebagai pengetahuan tentang segala sesuatu sejauh jangkauan pengetahuan manusia. Oleh sebab itu, Al-Kindi dengan tegas mengatakan bahwa filsafat memiliki keterbatasan dan bahwa beliau tidak dapat mengatasi masalah semisal mukjizatsurganeraka, dan kehidupan akhirat.

 

Karya-karya Al-Kindi berjumlah sekitar 270 buah dan tersebar di belahan dunia Islam, akan tetapi, banyak berupa risalah-risalah pendek dalam bidang filsafat, antara lain sebagai berikut:

  1. Kitab al-Kindi ila al-Mu’tashim billah fi al-Falsafah al-Ula (tentang filsafat pertama)
  2. Kitab Falsafah al-Dakhilat wa al-Masa’il al-Manthiqiyah wa al-Muqtashah wa ma Fauqa al-Thabi’iyyah (tentang filsafat yang diperkenalkan dan masalah-masalah logika dan musykil serta metafisika).
  3. Kitab fi Annahu la Tanalu al-Falsafah illa bi al-Ilmi al-Riyadhiyyah (tentang filsafat tidak dapat dicapai kecuali dengan ilmu pengetahuan dan matematika).
  4. Kitab fi Qashid Aristhathalis fi al-Maqulat (tentang maksud-maksud Aristoteles dalam kategori-kategorinya).
  5. Kitab fi Ma’iyyah al-Ilm wa Aqsamihi (tentang sifat ilmu pengetahuan dan klasifikasinya).
  6. Risalah fi Hudud al-Asyya’wa Rusumiha (tentang definisi benda-benda dan uraiannya).
  7. Risalah fi Annahu Jawahir la Ajsam (tentang substansi-substansi tanpa badan).
  8. Kitab fi Ibarah al-Jawami’ al-Fikriyah (tentang ungkapan-ungkapan mengenai ide-ide komprehensif).
  9. Risalah al-Himiyat fi Asrar al-Ruhaniyah (sebuah tulisan filosofis tentang rahasia spiritual).
  10. Risalah fi al-Ibanah an al-Illat al-Fa’ilat al-Qaribah li al-Kawn wa al-Fasad (tentang penjelasan mengenai sebab dekat yang aktif terhadap alam dan kerusakan).

 

Menurut pendapat Al-Khalili, Al-Kindi wafat pada tahun 260 H (874 M) sedangkan menurut sumber lain, beliau wafat pada tahun 252 H (866 M).

Leave a Reply

Close Menu