AL-IDRISI

AL-IDRISI

Abu Abdullah Muhammad Ibn Muhammad Ibn Abdullah Ibn Idrisi al-Qurtubi al-Hasani juga dikenal dengan nama, Al-Sharif Al Idrisi Al Qurtubi, lahir di Ceuta, Spanyol pada tahun 1099 M. Al-Idrisi mengenyam pendidikan di Cordoba, Spanyol. Prestasinya berkembang ketika di Pengadilan Norman King Roger, di kota Palermo, di sanalah Al-Idrisi menghabiskan sebagian besar hidupnya. Beliau merupakan keturunan langsung Nabi Muhammad SAW. Al-Idrisi dianggap sebagai ahli geografi dan kartografer terbesar di abad pertengahan.

Hampir semua ahli geografi Muslim gemar melakukan perjalanan, Al-Idrisi pun pergi ke tempat-tempat yang jauh, termasuk ke Eropa, untuk mengumpulkan data-data geografi. Ahli geografi sebelum Al-Idrisi telah berhasil mengukur permukaan bumi dengan tepat, misalnya Al Hawqal, seorang ahli geografi lainnya, di akhir abad 11 dan menghasilkan peta dunia, sementara itu peta lainnya juga telah tersedia. Al-Idrisi kemudian memadukan manuskrip Arab, Yunani dan manuskrip pelayaran dengan informasi yang didapat dari pengalaman pribadinya. Dari sinilah, Al-Idrisi menjadi terkenal karena pengetahuannya, terutama karena dapat menarik perhatian dari para navigator laut dan perencana militer. Hal ini disebabkan karena kapal dan navigator mereka sebagian besar dari laut utara, Atlantik dan Mediterania dan semuanya melewati Mediterania, lalu melewati Sisilia, di mana Al-Idrisi tinggal.

Buku karya Al-Idrisi yang paling terkenal adalah Kitab al-Rujari atau Roger’s Book pada tahun 1154 buku ini dibuat untuk menghormati Raja Roger. Judul lain dari buku ini adalah “Mushtaq Ikhtiraq al-Afaq” atau The delight of him who desires to journey through the climates, judul yang King Roger berikan pada buku ini. Buku ini merupakan ensiklopedia yang berisi informasi geografis di Asia, Afrika dan juga Eropa.

Al-Idrisi juga menyusun ensiklopedia geografis lain, yang lebih besar dari sebelumnya, berjudul “Rawd-Unnas wa Nuzhat al-Nafs” atau Pleasure of men and delight of souls, yang juga dikenal dengan “Kitab al-Mamalik wa al-Masalik.” Buku ini berisi pengetahuan tentang Nigeria, Sudan, dan beliau juga menamai lokasi hulu Sungai Nil berada di Afrika Timur di “Jibaal al-Qamar” atau Pegunungan bulan. Letak dari wilayah tersebut dapat dilihat dengan jelas di petanya. Sebuah hal yang sungguh menakjubkan bahwa orang Eropa tidak pernah menemukan hulu Sungai Nil sampai abad ke-19, padahal Al-Idrisi sudah memberikan lokasi yang akurat dan tepat bertahun-tahun sebelumnya. Selain itu karya Al-Idrisi yang fenomeal yaitu peta perak berbentuk lingkaran dengan berat sekitar 400 kilogram, di situ tercatat tujuh benua dengan jalur perdagangan, danau, sungai, dataran tinggi dan pegunungan.

Selain di bidang geografi, Al-Idrisi juga mempunyai kontribusi terhadap perkembangan ilmu tanaman medis. Kontribusi utamanya di bidang ini yaitu menulis buku mengenai tanaman berjudul Kitab al-Jami-li-Sifat Ashtat al-Nabatat. Al-Idrisi mengulas dan membahas mengenai tanaman dan tanaman obat-obatan baik dalam hal ketersediaannya untuk perkembangan keilmuan ataupun untuk menambahkan ke dalam penelitiannya selama perjalanan. Al-Idrisi menyumbangkan pengetahuannya untuk ilmu botani dan memberi nama obat-obatan di Syria, Yunani, Persia, Hindi, Latin dan Berber.

Tidak hanya geografi dan botani, Al-Idrisi juga menulis tentang fauna, zoologi dan ilmu pengobatan. Karya Al-Idrisi telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan bukunya populer di timur dan barat selama berabad-abad. Petanya juga tersedia di perpustakaan sekolah navigasi Eropa. Bangsa Portugis dan Spanyol pun memanfaatkan petanya sebelum mereka berangkat menyeberangi Samudra Atlantik.

Salah satu buku Al-Idrisi ada yang diterbitkan di Roma pada tahun 1619 namun penerjemah tersebut tidak pernah memberikan penghargaan atas karyanya. Al-Idrisi meninggal pada tahun 1180 M namun tidak diketahui kapan tanggal pastinya.

Leave a Reply

Close Menu