AL-FARGHANI

AL-FARGHANI

Abu’l-Abbas Ahmad ibn Muhammad ibn Kathir al-Farghani atau biasa disapa Al-Farghani lahir di Farghana pada tahun 870 M. Beliau merupakan salah satu dari ahli astronomi islam yang memberikan banyak kontribusi bagi dunia astronomi. Al-Farghani hidup pada masa pemerintahan khalifah Al-Mamun pada abad ke IX. Pada masa itu pemerintah banyak memberikan dukungan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, hingga dibangunlah sebuah lembaga kajian bernama Akademi Al-Mamun. Al-Farghani pun turut bergabung di akademi tersebut. Di sana beliau bersama astronom lainnya dapat memanfaatkan peralatan yang ada semaksimal mungkin untuk menghitung ukuran bumi, meneropong bintang-bintang dan menerbitkan berbagai laporan ilmiah.

Al-Farghani menulis Kitab fi al-Harakat al-Samawiya wa Jawami Ilm al-Nujum atau The Elements of Astronomy. Buku ini berisi tentang gerakan celestial dan kajian bintang-bintang. Pada abad ke-12 buku ini diterjemahkan ke bahasa latin dan memberikan pengaruh besar bagi perkembangan astronomi di Eropa sebelum masa Regiomontanus. Beliau mengadopsi teori-teori Ptolomaeus kemudian dikembangkan lebih lanjut hingga akhirnya mampu membuat teori sendiri. Pencapaiannya yang sangat luar biasa antara lain, berhasil menentukan besarnya diameter bumi yang mencapai 6.500 mil serta mampu menjabarkan jarak dan diameter planet lainnya. Oleh karena itu buku karya Al-Farghani tersebut mendapatkan respons yang positif tak hanya oleh kalangan Muslim juga ilmuwan non-Muslim. Hal ini juga membuktikan pula bahwa pemikiran Al-Farghani menjadi acuan dalam perkembangan astronomi di Eropa.

Al-Farghani tidak hanya menghasilkan karya di bidang astronomi, namun beliau juga mempunyai karya di bidang teknik yaitu dengan menuliskan Kitab al-Fusul, Ikhtiyar al-Majisti, dan Kitab ‘Amal al-Rukhamat. Selain itu Al-Farghani pernah ikut dalam melakukan pengawasan pembangunan Great Nilometer, yaitu alat pengukur air di kota Fustat atau Kairo Lama.

Leave a Reply

Close Menu