AL-BIRUNI

AL-BIRUNI

Ilmuwan Muslim

Abu Raihan Muhammad bin Ahmad Al-Biruni atau yang biasa dipanggil dengan Al-Biruni, lahir pada tanggal 5 September 973 M di Khawarazmi, Turkmenistan. Beliau adalah seorang matematikawan, astronom, fisikawan, ilmuwan, penulis ensiklopedia, filsuf, pengembara, sejarawan, ahli farmasi dan guru. Al-Biruni dibesarkan dalam keluarga yang mencintai ilmu pengetahuan dan taat beragama, oleh karena itu sejak kecil beliau sangat gemar belajar. Beberapa tokoh besar pernah menjadi gurunya semasa kecil, antara lain Abu Nasr Mansur, Syekh Abdusshamad bin Abdusshamad, dan Abu Al-Wafa Al-Buzayani. Berbagai macam ilmu telah diajarkan kepadanya seperti ilmu pasti, astronomi, serta ilmu kedokteran. Oleh sebab itu sejak kecil beliau sudah menguasai banyak bidang ilmu. Selain itu Al-Biruni menguasai Bahasa Arab, Yunani serta Sanskerta sehingga mampu membaca buku dan memahami ilmu pengetahuan langsung dari bahasa aslinya. Beliau pun menghasilkan banyak karya di bidang ilmu matematika, fisika, astronomi, kedokteran, metafisika, sastra, ilmu bumi, dan sejarah. Al-Biruni juga berhasil menemukan rotasi bumi dan bumi mengelilingi matahari setiap harinya.

Pada saat mencari ilmu, Al-Biruni tidak hanya puas berada di satu wilayah.  Beliau banyak melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Asia Tengah dan Persia bagian utara. Dalam perjalanannya, Al-Biruni bertemu dengan Ibnu Sina di Kurkang, Khawarizm. Mereka kemudian bersahabat dan sering bertukar pikiran mengenai berbagai gejala alam. Banyak karya tulis yang dihasilkan oleh Al-Biruni, tetapi hanya sekitar 200 buku yang dapat diketahui. Karya pertama dan terbaiknya adalah Tarikh Al-Hindi (sejarah India), sebuah buku mengenai India. Buku Tafhim li awal Al-Sina’atu Al Tanjim mengenai ilmu geometri, aritmatika dan astrologi. Khusus untuk ilmu astronomi, Al-Biruni menulis buku berjudul Al-Qanon al-Mas’udi fi al-Hai’ah wa al-Nujum berisi teori tentang perbintangan. Selain itu ada pula buku mengenai pengetahuan umum lainnya seperti buku Al-Jamahir fi Ma’rifati al-Juwahir (buku mengenai ilmu pertambangan), As-Syadala fi al-Thib (buku mengenai ilmu farmasi dalam kedokteran), Al-Maqallid Ilm Al-Hai’ah (buku mengenai ilmu perbintangan) serta kitab Al-Kusuf wa Al-Hunud (kitab mengenai pandangan orang India terhadap peristiwa gerhana bulan).

Al-Biruni wafat pada tanggal 13 Desember 1048 M saat berusia 75 tahun di tempat kelahirannya.

Leave a Reply

Close Menu